Ini, Program Pertama Risma – Whisnu

pdip-jatim-risma-wartawan-101215SURABAYA – Pasangan Risma – Whisnu akan memperjuangkan kembalinya SMA/SMK di bawah pengelolaan Pemkot Surabaya. Upaya itu jadi prioritas pertama ketika pasangan incumbent itu nanti sudah resmi dilantik jadi Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya periode 2015-2020.

“Pertama kali yang akan kami lakukan adalah berupaya agar SMA/SMK kembali di bawah pengelolaan pemerintah kota,” kata Risma, dalam keterangan persnya di RM Kamboja, Kamis (10/12/2015).

Sesuai UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, kata Risma, pendidikan di tingkat SMA/SMK pengelolaannya di bawah pemerintah provinsi. Upaya mengembalikan pengelolaan ke pemkot, menurut Risma, agar siswa-siswi SMA/SMK warga Surabaya, tetap bisa menikmati pendidikan gratis.

Pasangan Tri Rismaharini – Whisnu Sakti Buana dipastikan kembali memimpin Surabaya, setelah quick count dan real count internal, Rabu (9/12/2015) suara pasangan ini jauh meninggalkan pesaingnya, Rasiyo-Lucy. Risma – Whisnu mendapatkan suara 86,2 persen, sedangkan Rasiyo-Lucy meraih suara 13,8 persen.

Selain program terkait pendidikan, sambung Risma, bersama Whisnu Sakti Buana, pihaknya akan memperhatikan kawasan-kawasan khusus, di mana masyarakatnya masih banyak terjerat rentenir. Untuk mengatasi masalah rentenir di kawasan tersebut, jelas Risma, di antaranya akan didirikan koperasi.

“Ada kawasan khusus yang masih banyak rentenirnya. Itu yang aku coba selesaikan,” ujarnya.

Risma menjelaskan, pihaknya akan menjalankan program yang disusun selaras dengan visi-misi yang disampaikan dalam kampanye pilkada. “Kalau sudah menjabat, kita akan jalankan sesuai visi – misi, terutama untuk SDM,” terang dia.

Sementara, mengenai penyelesaian tanah surat ijo. Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) mengakui, akan berupaya membebaskan biaya pelepasan. Namun sesuai aturan hal itu ternyata tak memungkinkan. “Saya coba nol-kan biaya pelepasan, tapi aturan gak memungkinkan,” jelas Risma.

Untuk itu, dirinya akan berkomunikasi dengan pakar hukum guna mencarikan solusi dalam pelepasan tersebut. “Saya akan komunikasikan ke pengacara, saya harap bisa bantu masyarakat,” papar alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Perempuan yang pernah meraih predikat sebagai wali kota terbaik ketiga dunia ini menambahkan, menjelang berlakunya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dirinya akan mempersiapkan masyarakat untuk menghadapinya.

Di sisi lain, pihaknya juga akan meningkatkan daya saing kota Surabaya dengan negara-negara lain di wilayah ASEAN. Meski, diantara beberapa kota di negara-negara Asia Tenggara, Kota Surabaya “leading”, tapi pihaknya akan melihat kekuatan negara-negara lain.

“Saya harus melihat kekuatan kota-kota di ASEAN,” kata Risma.

Dia mengaku, seiring kemajuannya, Surabaya menarik para investor untuk datang menanamkan investasi di Kota Pahlawan. “Beberapa investor dari negara-negara lain sudah berdatangan ke sini,” ungkapnya.

Untuk pembangunan fisik ini, pihaknya akan membangun infrastruktur yang orientasinya mengurai kemacetan lalu lintas. “Mungkin nanti di beberapa perempatan akan dibangun underpass supaya lalu lintas lancar,” tutur Risma.

Sambil menunggu pengumuman dan penetapan dari KPU terkait hasil Pilkada Surabaya, dirinya akan terus turun ke masyarakat. “Tetap turun ke masyarakat, mungkin ada masalah yang perlu diselesaikan dengan cepat,” ujar Risma. (goek)