Ini, Pesan Pak Kus untuk Warga Pasuruan

PASURUAN – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi SH MHum mengajak masyarakat Pasuruan untuk menjaga wilayahnya dari tindakan-tindakan yang mengarah pada perpecahan bangsa.

Yakni dengan menjaga silaturahmi, persatuan dan kebersamaan, meski berbeda dalam segala hal. Seperti perbedaan fisik, agama, pilihan, golongan, dan lainnya.

Ajakan ini disampaikan Kusnadi, saat menghadiri acara buka puasa bersama, dan diskusi kebangsaan yang digelar Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Pasuruan, di Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Minggu (28/5/2017) sore.

Acara yang dihadiri perwakilan masyarakat di Kabupaten Pasuruan, pengurus Pospera Jatim, beberapa pengurus Pospera dari daerah lain, serta masyarakat setempat ini digelar di halaman Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Nurul Huda, Desa Puspo.

Menurut Kusnadi, meski secara fisik beda, tapi secara kebangsaan semua sama. Baik yang berkulit hitam, kuning, pesek, mancung, atau pun berlainan suku dan agama.

“Kita diciptakan berbeda, untuk saling bersilaturahmi. Mari kita jaga kedamaian di Puspo. Kalau ada gejolak yang tak perlu di sini, maka akan berdampak dalam skala yang lebih meluas,” kata Kusnadi.

Ajakan soal menjaga kebhinekaan sesuai dasar negara Pancasilan ini, sebutnya, penting disampaikan ke masyarakat.

Sebab, jelas Kusnadi, akhir-akhir ini marak upaya memecah belah masyarakat dengan berbagai isu. Seperti saling menjelekkan, menfitnah lewat bermacam media. Lebih-lebih melalui media sosial yang sekarang ini gampang sekali diakses masyarakat.

Tindakan yang mengarah pada upaya disintegrasi bangsa ini, tambah Kusnadi, makin marak saat menjelang pilkada, seperti pada Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

“Padahal, ujung-ujungnya juga hanya ingin meraih kekuasaan,” ucap pria yang akrab disapa Pak Kus ini.

Politisi yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur ini juga mengajak masyarakat di pedesaan untuk mewaspadai kejahatan narkoba. Sebab, sebutnya, saat sekarang peredaran narkoba juga merambah pelosok desa, bahkan sampai masuk pondok pesantren.

Jika seorang anak muda sudah kena narkoba, terang Kusnadi, masa depannya sulit diharapkan. Karena mereka yang sudah kena pengaruh narkoba, syarafnya jadi rusak.

“Agar hal itu tidak sampai terjadi, pengawasan seorang anak jangan hanya diserahkan kepada guru, atau ustadnya. Orang tua harus ikut mengawasi sendiri keseharian anak-anaknya,” tutur Pak Kus.

Pada kesempatan itu, Pak Kus juga menyampaikan soal pilkada serentak 2018, yang juga akan berlangsung di Kabupaten Pasuruan. Di Jatim sendiri, pilkada serentak 2018 akan berlangsung di 19 kabupaten/kota, serta Pilgub Jatim.

Dia mengajak, agar di pilkada nanti memilih pemimpin yang ke depannya bisa memberi manfaat kepada masyarakat. Bukan calon pemimpin yang hanya bisa memberi uang agar memilih yang bersangkutan. (goek)