Ini, Pertimbangan 4 Parpol Menduetkan Jokowi-JK

Jokowi-JK berbisik saat di sela acara deklarasiJAKARTA – Pasangan Ir H Joko Widodo (Jokowi) – Drs HM Jusuf Kalla (JK) resmi dideklarasikan sebagai capres-cawapres di Gedung Joang ’45, Jakarta, Senin (19/5/2014). Dalam pemilu presiden yang akan digelar 9 Juli depan, pasangan Jokowi-JK diusung empat parpol, yakni PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura.

Baca juga: Bersama JK, Jokowi Optimis Menangi Pilpres

Sebelum Jusuf Kalla resmi ditetapkan sebagai pendamping Jokowi, ada beberapa kandidat cawapres yang dinilai cocok mendampingi kader PDI Perjuangan tersebut. Di antaranya Abraham Samad (Ketua KPK), Mahfud MD (mantan Ketua MK), dan Ryamizard Ryacudu (KSAD 2002-2005).

Baca juga: JK: Megawati Negarawan Hebat

Namun setelah melalui pertimbangan dari semua aspek, Jusuf Kalla diputuskan sebagai cawapres. Keputusan itu diambil pimpinan PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura di kediaman Megawati Soekarnoputri di Jl. Teuku Umar, Jakpus, Minggu (18/5/2014) malam.

Soal pasangan Jokowi-JK, ini pendapat empat pimpinan parpol pengusung:

Tjahjo Kumolo:

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menegaskan, Jusuf Kalla mewakili empat partai politik. Seperti yang disampaikan Jokowi, ungkap Tjahjo, bahwa JK mewakil PDI Perjuangan, Nasdem, PKB, dan Hanura.

Menurut Tjahjo, sosok Jusuf Kalla sangat pas mendampingi Jokowi, yang sampai saat ini masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dia menilai JK sebagai sosok yang sangat berpengalaman.

“Beliau pernah jadi menteri perindustrian, menko (menteri koordinator) saat zaman Ibu Mega, menjadi wapres, dan sekarang jadi wapres lagi,” kata Tjahjo.

Soal usia JK yang sudah menginjak 72 tahun, lanjut Tjahjo, itu menunjukkan kematangan JK. Dengan karakter Jokowi yang pekerja keras, keduanya dianggap mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Surya Paloh:

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan, keputusan menduetkan Jokowi-JK sudah melalui pertimbangan dari berbagai aspek dan tidak ada tarik menarik antar partai pengusung. Surya yakin bahwa usia JK yang jauh lebih tua daripada Jokowi tidak akan menjadi masalah.

Sosok Ketua PMI yang lebih senior, terang Surya, justru bisa mengimbangi Jokowi. “Kombinasi senior dan junior. JK dari jam terbang bisa untuk memulai suatu tahapan yang besar. Akan ada regenerasi, memberikan guidance, saya tidak akan meragukan,” ucapnya.

Dia juga yakin, JK akan mampu membantu Jokowi membangun pemerintahan yang baik jika nanti terpilih. “Bisa bekerja mengejar ketertinggalan dari bangsa lain, terutama di bidang ekonomi,” ujarnya.

Muhaimin Iskandar:

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan, JK dipilih karena elektabilitasnya tertinggi. “Dia orang NU. Berpengalaman juga,” kata Muhaimin.

Dia berpendapat, kelebihan JK itu akan mampu menutupi kekurangan yang dimiliki Jokowi. “Yang penting pasangannya saling mengisi, menopang, menutup kekurangan sehingga bisa ada optimalisasi di pemerintahan,” ujarnya.

Wiranto:

Sementara, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto menilai Jokowi-JK sebagai pasangan terbaik di Pilpres 2014 ini. “Saya sudah berdiskusi dengan Pak Jokowi. Bagaimana kalau Pak JK jadi Wapres. Saya sampaikan bagus. Yang satu capres humble, sederhana, jujur. Yang satu mantan partner saya, sudah paham betul. Ini pilihan terbaik, semoga dapat ridho dari Allah SWT,” kata Wiranto.

Selain itu, soal pilihan Hanura bergabung di poros koalisi PDI Perjuangan, jelas Wiranto, karena selama lima tahun terakhir telah bekerja sama sebagai partai penyeimbang.

“Sudah terjalin perasaan kebersamaan yang luar biasa, menegakkan kebenaran, ada keyakinan punya nafas perjuangan yang sama. Kami putuskan, alangkah sayangnya kalau suatu kerja sama yang sudah mesra dan indah dilepaskan dan abaikan begitu saja. Oleh karena itu, keputusan saya, melanjutkan kerja sama dengan PDI Perjuangan ke depan,” jelas Wiranto. (pri)

sumber foto: kompas.com