Ini Alasan Megawati Sering Kunjungi Taman Nasional

SEOUL – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyempatkan diri berkunjung ke Morning Calm Garden, sebuah taman kota milik pribadi yang dibangun Profesor Han Sang Kyung, Selasa (27/8/2019).

Taman itu terletak di area Gapyeong, Propinsi Gyeonggi, sekitar 2 jam perjalanan dari Seoul, Korea Selatan.

Publik setempat mengenal taman itu sebagai salah satu lokasi syuting K-drama ‘Love in the Moonlight’ yang dibintangi Park Bo Gum dan Kim Yoo Jung. Sejumlah film dan drama Korea juga menggunakan kebun itu sebagai lokasi syuting.

Namun, bukan karena jadi lokasi syuting yang membuat Megawati tertarik mengunjingi tempat tersebut. Melainkan karena hobinya berkebun dan bertanam, juga adanya cita-cita besar.

“Bagaimana harusnya pemerintah berpikirnya seperti itu, kita harus perbanyak taman di negeri kita,” kata Megawati.

Sebagai Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia, Megawati mengaku bersyukur kini akan ada 32 kebun raya lagi di Indonesia setelah sebelumnya hanya ada 4 kebun.

Dia mendorong setiap orang yang terlibat di bidang itu untuk selalu bisa melihat contoh usaha yang sudah dilakukan di negara lain. Dipastikannya, orang-orang di luar negeri yang punya concern sama juga akan gembira membantu.

“Di Pulau Jeju, Korea Selatan, saya punya sahabat seorang dokter yang sama seperti saya punya hobi tanaman. Begitu senangnya dia ketika saya datang ke tempatnya, akhirnya kebun raya yang dia bangun diberi nama saya,” ungkapnya.

Bukan hal baru bagi Megawati untuk mengunjungi taman, laboratorium tanaman, di tiap negara yang dia kunjungi. Sebelum ke Korsel, Megawati ke Tiongkok. Di sanapun, Megawati mengunjungi taman, laboratorium, hingga museum.

Alasan lainnya Megawati selalu berkunjung ke taman-taman, adalah karena kekhawatirannya akan dampak global warming alias pemanasan global. Baginya, fenomena seperti kebakaran hutan, salah satunya adalah dampak dari global warming yang belum ditangani secara serius.

Baginya, dibutuhkan visi yang bersifat jangka panjang. Sebagai contoh, ada jenis tanaman yang bila sekitarnya terbakar, maka pohon itu akan membantu proses pemadaman apinya. Namun usai api habis, maka tanaman itu bisa tumbuh lagi.

“Nah itu kan seharusnya dipelajari. Dan ketika di lapangan, ya kita tanam. Paling tidak sebagai pembatas, kita bisa mengetahui arah angin dan sebagainya, yang bisa mengurangi kebakaran itu,” ujar Ketua Umum PDI Perjuangan itu.

Lebih jauh, Megawati menyebut sama sekali tak ada kerugian bila kebun dan tanaman diperbanyak di Indonesia. Selain indah, nyaman, juga berguna bagi ilmu pengetahuan bagi jutaan anak Indonesia.

Sebagai contoh, Megawati menyebut taman Morning Calm itu luasnya 3 hektare dan dikunjungi hingga 1 juta orang pertahun. “Ini artinya taman ini menjadi suatu yang berarti. Terutama bagi keluarga dan anak-anak kita, yang sejak dini dididik mencintai alamnya,” kata Megawati.

Selama di Morning Calm, Megawati ditemani keluarga dan sahabat-sahabat dekatnya. Ada menantunya Nancy Hendriati Shrindani, serta cucunya bernama Diah Lupita Jasmina Srita.

Ketua DPP PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri turut ikut bersama Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi. Megawati di Seoul untuk mengikuti DMZ International Forum on the Peace Economy.

Di arena itu, Megawati akan menjadi salah satu pembicara utama bersama mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, Presiden pertama Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat, serta beberapa tokoh penting lainnya dari Rusia, AS, dan Norwegia. (goek)