Ini 5 Kepala Daerah yang Mendapat Pujian Megawati di Panggung Rakernas I PDIP

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri di atas panggung Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI-P melontarkan kalimat pujian kepada 5 kepala daerah dari partainya.

Megawati awalnya memuji Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. “Saya sangat berterima kasih terutama pada Bu Risma di Surabaya,” ujar Megawati, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/1/2020).

Ibunda Puan Maharani tersebut mengatakan Risma sebagai sosok yang sangat cerewet.

Namun, ia menegaskan perempuan memang seharusnya cerewet. Sontak ucapan Megawati membuat kader riuh dan tertawa.

Setelahnya, Megawati memuji Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Namun, Megawati sempat terdiam. Ternyata ia berpikir siapa lagi kader yang akan dipuji.

Dengan tertawa, Megawati menyebut dirinya lupa karena banyaknya kader yang berprestasi.

“Ganjar Pranowo dari Jateng. Siapa lagi ya, itulah susahnya. Karena saking banyaknya Pak Presiden, menghafalkan jadi seringkali lupa,” kata dia.

“Oh Giri, Bupati Badung, Bapak Giri (Prasta). Itulah contoh-contoh kader yang telah berbakti bagi daerahnya masing-masing,” imbuh Megawati begitu teringat.

Berikut profil singkat kelima kepala daerah tersebut yang berhasil dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber.

1. Tri Rismaharini

Tri Rismaharini merupakan Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 17 Februari 2016.

Dirangkum dari laman surabaya.go.id, lahir di Kota Kediri pada tahun  20 November 1961 silam.

Perempuan yang akrab disapa Risma ini menyelesaikan jenjang S1nya di ITS Surabaya dengan mengambil jurusan arsitekrut.

Kemudian di tahun 2002, Ia lulus dari pendidikan S2 jurusan Managemen Pembangunan Kota di kampus yang sama.

Sedangkan karir di pemerintahan Risma mulai sejak tahun 2008 dengan menjabat Kepala Bappeko Surabaya.

Saat ini, Risma telah terpilih menjadi Wali Kota Surabaya sebanyak dua kali periode yang akan berakhir pada tahun 2020 ini.

Sejak mengabdikan diri kepada masyarakat lewat instansi pemerintahan, Risma sudah diganjar dengan berbagai penghargaan dan prestasi.

Penghargaan pertama ia peroleh di tahun 2005 dari Jawapos Pro Otonomi Award.

2. Azwar Anas

Bernama lengkap Abdullah Azwar Anas merupakan pria yang menjabat sebagai Bupati Banyuwangi.

Dikutip dari tribunnewswiki.com, Azwar kecil dilahirkan di Banyuwangi pada 6 Agustus 1973. Tecatat Azwar sering berpindah-pindah daerah ketika menempuh pendidikan.

Pendidikan tingkat SD ia tempuh di tiga sekolah yang berbeda, yakni MI Karangdoro, Tegal Sari (1980), MI An-Nuqoyyah, guluk-guluk, Sumenep, Madura (1982-1983) dan MI Kebunrejo Genteng, Banyuwangi (1983-1986).

Sedangkan pendidikan tinggkat tingginya ia jalani di S1 Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI), Jakarta (1994-1999), S1 Falkutas Tekhnologi Pendidikan IKIP Jakarta (1992-1998), dan S2 Falkutas Ilmu Sosial & Politik UI Jakarta (2002-2005 )

Azwar memulai karir politiknya pada tahun 2001-2005 di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan jabatan terakhir Wakil Sekjen. Kemudian, ia berlabuh di partai berlogo kepala banteng, PDI Perjuangan.

3. Hendrar Prihadi

Dikutip dari kpu-semarangkota.go.id,  Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memiliki sapaan akrab Hendi. Ia lahir di Semarang pada tahun 30 Maret 1971.

Hendi menempuh pendidikan S2 di Universitas Diponegoro, Semarang. Sedangkan karir politiknya dimulai saat dirinya menjawab sebagai DPRD Jawa Tengah di tahun 2009 hingga 2010.

Hendi juga pernah tercatat sebagai Pembina PSSI Semarang selama lima tahun sejak 2011 dan berakhir pada 2016.

Berikut  penghargaan yang pernah diperoleh Hendi:

– Gratifikasi Awad yang diberikan KPK pada tahun 2013 dan 2014.

– Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan di tahun 2014 dari Pemerintah Republik Indonesia.

– Best City Manager yang diberikan oleh Europe Business Assembly di tahun 2014.

4. Ganjar Pranowo

Ganjar merupakan buah hati dari pasangan Pamuji (Ayah), Almh. Sri Suparmi (Ibu). Ia lahir di Karanganyar, Jawa Tengah pada tahun 28 Oktober 1968.

Dirangkum dari jatengprov.go.id, jenjang pendidikan tinggkat SD hingga SMP Ganjar tempuh di Kutoarjo Kabupaten Purworejo. Sedangkan S1 dirinya menimba ilmu hukum di Universitas Gajah Mada (UGM).

Ganjar memulai karir politiknya sebagai anggota Komisi IV DPR RI 2004-2009 (Bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pangan) di tahun 2004-2009. Dirinya juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PDIP MPR RI 2009-2010.

Kini Ganjar berama wakilnya Taj Yasin Maimoen mendaapat tugas memimpin Provinsi Jawa Tengah.

5. I Nyoman Giri Prasta

Dikutip dari bali.tribunnews.com, I Nyoman Giri Prasta menjadi Bupati Badung periode 2016-2021.

I Nyoman Giri Prasta pernah mendapat penghormatan luar biasa dari Megawati pada puncak acara HUT ke-44, Selasa (10/1/2016). Dirinya mendapat potongan tumpeng ketiga.

Sebelumnya potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dan potongan tumpeng ke-2 kepada Wapres Jusuf Kalla. Penghormatan tersebut berkaitan dengan kinerjanya saat memimpin Pemkab Badung

Di masa kepemimpinan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa dinilai telah berhasil mengimplementasikan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB)  dalam program-program pemerintahannya yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJMD) 2016-2021.

Dengan alasan itulah Bupati Badung Giri Prasta yang juga kader PDI Perjuangan mendapat kehormatan menerima potongan tumpeng ke-3, yang diserahkan Ketua Umum Megawati Soekaroputri.

Sebelumnya potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dan potongan tumpeng ke-2 kepada Wapres Jusuf Kalla.

Melalui lima bidang prioritas, kata Bupati, yaitu bidang pangan, sandang dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, bidang adat budaya dan agama, serta bidang pariwisata serta infrastruktur pendukungnya, pihaknya ingin mewujudkan masyarakat Badung yang berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang budaya, sesuai ajaran Tri Sakti Soekarno. (*)