Indo Barometer: Mayoritas Rakyat Indonesia Ingin Jokowi Dua Periode

JAKARTA – Mayoritas masyarakat Indonesia masih menginginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan jabatannya di periode kedua, 2019-2024.

Hal itu tercermin dalam survei Indo Barometer yang menyebutkan sebanyak 61,8 persen responden menginginkan Jokowi kembali jadi presiden.

“Mayoritas publik, 61,8 persen, menginginkan Joko Widodo kembali menjadi Presiden untuk periode 2019-2024,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari, di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Menurut Qodari, yang tidak menginginkan kembali 23,6 persen, dan yang tidak tahu atau tidak menjawab 14,7 persen.

Sementara itu, elektabikitas Jokowi berada di angka 34,9 persen berdasarkan pertanyaan terbuka. Namun, jika berdasarkan pertanyaan tertutup dan hanya dibatasi 16 capres, elektabilitas Jokowi naik menjadi 41,8 persen.

Sedangkan jika diajukan pertanyaan tertutup dan capres dibatasi enam nama, elektabilitas Jokowi meningkat menjadi 44,9 persen.

Selain itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih diprediksi menjadi pesaing utama Jokowi pada Pemilu 2019.

Berdasarkan pertanyaan terbuka, elektabilitas Prabowo berada di angka 12,1 persen. Jika didasarkan pada pertanyaan tertutup dan jumlah capres dibatasi 16 capres, elektabilitas Prabowo naik menjadi 13,6 persen.

Sedangkan jika jumlah capres dibatasi 6 nama, elektabilitas Prabowo naik tak signifikan menjadi 13,8 persen.

“Tren elektabilitas Joko Widodo sejak 2015-2017 perlahan semakin meningkat. Meski sempat melemah pada September 2015. Sementara elektabilitas Prabowo Subianto sejak 2015-2017 mengalami fluktuasi,” papar Qodari.

Dia menyebut, elektabilitas Prabowo sempat naik pada September 2015 dan melemah pada Oktober 2016. Pada Maret 2017 sempat beranjak namun melemah kembali pada November 2017.

Survei Indo Barometer dilakukan pada 15-23 November 2017 di 34 provinsi di seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner. (goek)