Ikut Nyabup lewat PDI Perjuangan, Ini Alasan Aktivis Difabel Jember

SURABAYA – Ada sosok tampak beda dengan yang lainnya, saat gelaran fit and proper test bagi para bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah yang mendaftar melalui PDI Perjuangan, di aula kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari Industri 57 Surabaya, Rabu (18/9/2019).

Di deretan kursi kedua sisi kanan aula DPD, seorang kandidat bertubuh kecil tampak serius mengikuti jalannya uji kepatutan dan kelayakan bakal calon kepala daerah di kontestasi Pilkada serentak 2020.

Adalah Kusbandono, sosok laki-laki berbaju batik itu. Di Kabupaten Jember, pendaftar bakal calon bupati ini dikenal sebagai aktivis difabel.  

Baca juga: Tekad PDIP Jatim, 2020 Memenangkan 13 Pilkada Kabupaten/Kota

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Negeri Jember (Unej) ini juga seorang penyandang difabel daksa. Meski memiliki keterbatasan gerak dan bicara, pria 39 tahun yang akrab disapa Cak Kus ini terlihat bersemangat mengikuti jalannya fit and proper test.

Saat ditanya pewarta, Cak Kus mengatakan ingin mewujudkan mimpi menjadikan Jember lebih baik dan ramah terhadap kaum difabel seperti dirinya. Untuk mewujudkan mimpinya itu, sebut Cak Kus, dengan mengikuti penjaringan bakal calon kepala daerah.

Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unej dan sekarang sedang menyelesaikan kuliah magisternya di bidang ilmu administrasi Unej ini menegaskan, apa yang diperjuangkannya tidak hanya untuk kepentingan kaum difabel.

Menurutnya, penyediaan sarana umum yang ‘ramah’ bagi kaum disabilitas misalnya, pasti aksesnya juga akan dinikmati masyarakat umum lainnya.

“Sarana publik yang ramah bagi difabel, sangat mendesak. Sebab sarana umum yang ramah bagi kaum difabel, otomatis ramah bagi masyarakat lainnya,” ujar Cak Kus.

Soal kondisi di Jember apakah sudah atau belum ‘ramah’ bagi disabilitas, pria kelahiran Tuban ini menyatakan relatif. Dia mengatakan, saat ini di Jember sudah ada Perda yang mengatur soal disabilitas sesuai UU No 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Hanya, nilai Cak Kus, implementasi perda yang dia ikut berpartisipasi saat masih dibahas di DPRD Jember dua tahun lalu itu, di lapangan kurang optimal.

“Sejak dua tahun disahkan, dalam tataran implementasi, kita belum melihat upaya yang menggema dari Pemkab Jember. Ini yang jadi motivasi utama saya untuk mencalonkan diri,” kata Cak Kus, bersemangat.

Sementara itu, dalam keterangannya kepada wartawan, Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan latar belakang bakal calon yang ingin maju sebagai kepala daerah.

Selama sudah melengkapi persyaratan, pihaknya menerima. “Dengan bermacam latar belakang mereka, boleh-boleh saja, sepanjang memenuhi syarat,” kata Kusnadi.

Meski demikian, tambah Ketua DPRD Povinsi Jawa Timur ini, semua keputusan rekomendasi tetap pada DPP PDI Perjuangan.

Sedang Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari menyebutkan, dengan keikutsertaan Cak Kus dalam fit and proper test, menunjukkan partai pemenang Pemilu ini membuka ruang lebar bagi siapapun yang ingin maju menjadi kepala daerah. (goek)