Hujan, Warga Jember Tetap Tunggu Jokowi

Jokowi Jbr2KEHADIRAN calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) di arena kampanye lapangan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (4/4/2014) sore disambut rintik hujan. Namun bukannya menyingkir, ribuan massa yang sudah menunggu sejak siang justru semakin memadati lapangan.

Jokowi yang tiba di arena kampanye pukul 15.40 WIB itu pun susah payah menembus kerumunan massa. Waktu kampanye yang tinggal 20 menit dimanfaatkan maksimal dengan orasi politik singkat.

Begitu di panggung, Jokowi langsung disambut fungsionaris PDI Perjuangan Jember dan para caleg dapil 4 Jatim (Jember, Lumajang). Nampak di atas panggung mendampingi Jokowi adalah jurkamnas Hamka Haq (Ketua PP Bamusi), Arief Wibowo (Wakil Sekretaris BP Pemilu DPP PDI Perjuangan), dan Kusen Andalas (Ketua DPC PDI Perjuangan Jember). Jokowi kemudian memimpin massa menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Arief Wibowo lantas membacakan Surat Perintah Empat Perjuangan. Isi surat dari Ketua DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri tersebut, satu, amankan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Dua, jalankan Trisakti secara konsisten melalui pembangunan semesta dan berencana. Tiga, utamakan prinsip musyawarah dan gotong royong, dan empat, dedikasikan hidupmu untuk rakyat.

Selanjutnya Jokowi didaulat menyampaikan orasi politik di hadapan massa. Dalam orasinya, dia kembali mengingatkan agar masyarakat yang ingin mengantarkannya ke kursi presiden berjuang dulu pada coblosan 9 April dengan memenangkan PDI Perjuangan. 

“Ini adalah tahun penentuan. Kalau pingin saya jadi presiden, saya nitip menangkan dulu PDI Perjuangan, coblos nomor 4 PDI Perjuangan nanti di TPS. Kita mau menang tebal, bukan menang tipis,” serunya.

Jokowi juga mengajak masyarakat ikut aktif mengawal perolehan suara dari TPS hingga ke KPU. “Kalau di TPS sudah menang, jangan sampai suara di TPS itu nanti setelah sampai di KPU berubah, seperti yang sudah-sudah. Kita harus kawal betul agar kemenangan kita nanti benar-benar menang tebal. Kawal ke kelurahan, kawal ke kecamatan, sampai di KPU kawal terus. Perjuangan ke kursi presiden akan lebih mudah kalau menang tebal, parlemennya kuat, presidennya kuat, programnya jalan,” urainya.

“Makanya semua harus kerja keras. Pagi, siang, malam semua kerja, saya juga kerja, kita sama-sama berjuang. Jangan terlena dan seakan-akan sudah menang. Harus tetap waspada. Nanti saya akan cek setiap kecamatan di Banyuwangi ini perolehannya bisa menang tebal atau tidak,” ajaknya. (sa)