Hasto: Politik Ekonomi Kwik Beda dengan Pandangan Kubu Prabowo

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebutkan, ada perbedaan mencolok antara pandangan Kwik Kian Gie dengan tokoh-tokoh di kubu bakal capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga.

“Tentang politik ekonomi Pak Kwik, menurut saya justru malah berbeda dengan politik ekonomi dari Pak Mardani (politisi PKS) dari Neno Warisman (penggagas #2019GantiPresiden), dari Pak Sandiaga Uno,” kata Hasto di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Seperti diketahui, Kwik Kian Gie adalah ahli ekonomi yang merupakan kader PDIP, namun memutuskan untuk menerima tawaran Prabowo Subianto sebagai penasihat ekonomi.

Menurut Hasto, Kwik memiliki pandangan yang tajam dan menentang praktik-praktik bisnis yang tak sehat yang dilakukan para pengusaha demi mencari keuntungan.

Pandangan itu, sebut Hasto, bisa dibaca di buku Kwik Kian Gie yang berjudul Saya Bermimpi Menjadi Konglomerat yang terbit pertama pada 1993 silam.

Selain itu, Kwik juga dinilai memiliki pandangan konsepsi pembangunan dari pinggiran, pembangunan yang mengedepankan daya kreatifitas, dan kemampuan rakyat indonesia untuk berproduksi dengan membangun infrastruktur.

“Kemudian melakukan upaya untuk renegosiasi Freeport, sehingga kita punya kedaulatan di dalam mengusahakan kekayaan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Meski telah memutuskan jadi penasihat ekonomi kubu Prabowo, tambah Hasto, Kwik Kian Gie masih berstatus kader PDIP. Pihaknya minta publik tidak mempermasalahkan keputusan Kwik menerima tawaran menjadi penasihat Prabowo-Sandi.

“Ya, Pak Kwik diundang diskusi dan beliau, kan, sebagai dosen, beliau juga sebagai tokoh di dalam paradigma baru ilmu ekonomi di Indonesia. Namanya gagasan-gagasan didiskusikan boleh-boleh saja. Jadi kita enggak perlu ribut,” tutur Hasto.

Senada, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan partainya tidak mempersoalkan keputusan Kwik Kian Gie.

“Soal mau menjadi penasihat itu kan maunya Pak Kwik Kian Gie. Sah-sah saja, masa keinginan orang, sejauh tidak melanggar hukum, tidak harus dipersoalkan,” ujar Andreas.

Menurut Andreas, Kwik dipersilakan membagikan konsep dan gagasannya terkait ekonomi kepada siapa saja, termasuk ke pasangan Prabowo-Sandiaga yang akan bersaing dengan pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

“Itu hanya maunya Pak Kwik Kian Gie, silakan kasih nasihat kemana saja, selama itu baik untuk kepentingan bangsa dan negara pasti digunakan oleh ‘user’. Ke PDI-P juga sering beliau kasih masukan,” ungkapnya. (goek)