Hasto: PDI Perjuangan Harus Pelopori Pelurusan Sejarah

sekjen pdip balap karungJAKARTA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristyanto menegaskan, PDI Perjuangan harus memelopori pelurusan sejarah bangsa Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Hasto dalam pidatonya selaku inspektur upacara hari kemerdekaan ke-70 tahun Republik Indonesia di kantor DPP Lenteng Agung, Senin (17/8/2015).

“PDI Perjuangan harus memelopori pelurusan sejarah bangsa Indonesia,” kata Hasto. Pelurusan sejarah tersebut, salah satunya adalah soal pidato Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno sebelum membacakan naskah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Dalam pidato pembukaan sebelum membaca naskah proklamasi, kata Hasto, Soekarno menegaskan bahwa Indonesia harus berani mengambil nasib dari tangannya sendiri. Ini menunjukkan momentum proklamasi sebagai semangat untuk dapat berdikari.

Dengan berdikari, maka kekuasaan yang dipegang pemerintah harusnya mengedepankan nasib rakyat negeri. Jika dilihat dari sejarahnya, sebut Hasto, demokrasi yang ingin diusung pendiri bangsa bukan hanya soal demokrasi politik. Namun juga demokrasi ekonomi yang tujuannya untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

“PDI Perjuangan bertekad menggunakan kekuasaan politik untuk bertindak dan membela rakyat, kekuasaan betul-betul untuk rakyat,” tegasnya.

Upacara diikuti ratusan kader PDI Perjuangan itu dilanjutkan dengan aneka lomba ‎melibatkan warga sekitar kantor DPP.‎ Lomba tradisional yang digelar, di antaranya panjat pinang, balap karung dan lainnya.

Hasto sendiri mengikuti lomba balap karung. Mengenakan kemeja berwarna merah, Hasto ikut lomba yang juga diikuti Ketua DPP Sukur Nababan, dan ketua DPC PDI Perjuangan se-Jakarta.

Hasto memimpin lomba berjarak 25 meter itu, disusul Sukur Nababan. Hasto terlihat nyaman saat melompat dengan karung, dan dia menjadi juara pertama dalam perlombaan tersebut.

“Semangat kemerdekaan, terbukti yang jarang olahraga nih,” kata Hasto sambil tertawa. Sementara warga lainnya pun bersemangat mengikuti bermacam lomba khas 17-an tersebut. (goek/*)