Hasto: Haram Hukumnya Kader PDIP Sakiti Hati Rakyat

SUKABUMI – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto minta para kader PDIP yang telah menduduki jabatan politik maupun yang akan berjuang agar tak pernah sekalipun melukai hati rakyat.

“Kita partai yang menangis dan tertawa bersama rakyat,” kata Hasto saat menghadiri Konsolidasi dan temu kader PDIP Sukabumi di Hotel Augusta, Jumat (8/2/2019).

“Haram hukumnya bagi setiap anggota legislatif, bagi setiap petugas partai, bagi setiap pimpinan partai menyakiti hati rakyat, mengapa, karena PDI Perjuangan bisa eksis sampai sekarang,” tegasnya.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin itu lalu mengulas sejarah panjang PDIP dalam menghadapi berbagai rintangan saat orde baru.

“Kita pernah tidak ikut pemilu tahun 97, pernah kongres kita diintervensi menjegal kepemimpinan Ibu Mega pada tahun 93 di Sukolilo,” kenang Hasto.

Tak hanya itu, Hasto menjelaskan, kantor PDI Perjuangan –dulu masih bernama PDI– juga pernah diserang massa hingga rusak pada 27 Juli 1996.

Namun, ia menegaskan kejadian-kejadian di masa lalu tak membuat PDIP gentar dan tetap bertahan hingga kini PDI Perjuangan tetap bertahan.

“Artinya kita punya api perjuangan, kita punya roh ideologi yang namanya Pancasila,” jelas Hasto.

Meski demikian, Hasto meminta kader PDIP tak jemawa meski partai berlambang banteng itu menduduki posisi partai besar di Indonesia.

Dia ingin seluruh kader terus memperbaiki diri menjadi yang lebih baik. “Kita terus menyempurnakan diri. Kita terus melakukan kritik dan otokritik,” tuturnya.

Dalam rangkaian Safari kebangsaan VII di Jawa Barat ini, sebelumnya Hasto dan rombongan bertemu para petani pandan wangi di Cianjur.

Hasto mengatakan, pihaknya sangat merasa terhormat bertemu dan berdialog dengan para petani. Sebagaimana Bung Karno juga terinspirasi ideologi marhaenisme juga dari petani.

“Politik itu bukan nanam-nanam di atas, menjadi elit. Politik itu ada di bawah bersama bapak semuanya,” ujarnya.

Dia menambahkan, figur capres nomor urut 01 Jokowi mengakui betul bahwa kekuasaannya berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, Hasto menegaskan Jokowi tak pernah menyakiti rakyatnya, termasuk para petani.

“Enggak pernah, tradisi menempeleng enggak punya dimiliki Pak Jokowi, enggak ada. Apalagi menyakiti rakyat, enggak ada,” ucapnya.

Karena itulah menghadapi pemilu pihaknya memohon bantuan petani agar pemilu berjalan damai.

“Karena berasal dari rakyat biasa Kiai Ma’ruf Amin juga berasal dari kalangan bawah, dari ulama biasa, kemudian beliau menjadi anggota DPRD, beliau berjuang akhirnya diterima kepemimpinannya karena mengayomi masyarakat kecil,” ungkap Hasto. (goek)