Hari Ibu, Megawati Berikan Penghargaan Sarinah Award kepada 10 Perempuan

pdip jatim - megawati - hari ibuJAKARTA — Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan penghargaan Sarinah Award kepada 10 perempuan berprestasi. Pemberian penghargaan itu merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Dari keterangan yang diterima wartawan, ada sepuluh kategori yang dimenangkan oleh tiap-tiap pemenang, yaitu bidang pembinaan ekonomi nelayan (Mas’nuah), penurunan angka kematian ibu dan anak (Idham Samawi), kategori tabungan dana kesehatan desa (Rosmiyati), pemeliharaan pelestarian lingkungan (Aleta Baun), dan kategori pejuang kesetaraan jender (Nani Zulminarni).

Selain itu, ada kategori pembinaan politik dan pemerintahan kaum perempuan (Mientje DE Roembiak), kategori aktivis narkoba (Joyce Gordon), bidang pendidikan (Olga Alfianto Djojohikrat), kategori aktivis sosial budaya (Dian Sasmita), dan kategori aktivis hukum (Anis Hidayah).

Pemberian penghargaan antara lain dihadiri sejumlah pengurus DPP PDI Perjuangan, seperti Plt Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristyanto, Ketua DPP PDI-P bidang Perempuan dan Anak Wiryanti Sukamdani, Ketua DPP PDI-P Ribka Tjibtaining, Plt Gubernur Banten Rano Karno, serta Kepala Badan Narkotika Nasional Anang Iskandar.

Hari Ibu, kata Wiryanti, merupakan salah satu hari peringatan penting bagi masyarakat di Indonesia. Pasalnya, peringatan ini merupakan tonggak lahirnya perjuangan perempuan dalam memperjuangkan haknya di masyarakat.

“Tugas perempuan itu tidak hanya berada pada ruang-ruang domestik saja, seperti di sumur, dapur, dan kasur. (Jika dimaknai seperti itu) maka mendistorsi makna hari ibu itu sendiri,” kata Wiryanti di Kantor DPP PDI-P, Senin (22/12/2014).

Sebelum memberikan penghargaan tersebut, Mega juga sempat memberikan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat. Pemberian bantuan bertajuk pasar murah itu merupakan kerja sama antara DPP PDI-P dan Arta Graha Peduli milik pengusaha Tommy Winata.

Dalam kesempatan itu, Wiryanti juga mengingatkan bahwa perempuan memiliki tugas penting dalam menangkal bahaya narkoba. Saat ini, menurut dia, Indonesia tengah memasuki era baru penjajahan narkoba, yakni dengan perang candu.

“Dampaknya lebih lama dan bertujuan untuk mendominasi dan menghancurkan ekonomi, politik, dan militer negara lain,” katanya. (Kompas)