Hadiri Pagelaran Wayang Kulit di Simo, Kusnadi: Ini Luar Biasa

SURABAYA – Ketua sementara DPRD Jawa Timur Kusnadi SH MHum sangat mengapresiasi aktivitas warga Simogunung Barat, Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya yang tidak meninggalkan budaya tradisional dalam setiap kegiatan memperingati hari-hari besar nasional maupun keagamaan.

Seperti saat menyambut tahun baru 1 Muharram 1441 Hijriyah sekaligus tasyakuran sedekah bumi, warga kota ini menampilkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, Minggu (8/9/2019).

Pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Kasmiran dari Surabaya dengan lakon Wahyu Jamus Kalimosodo ini digelar di Balai RW V Simomulyo.

Di acara yang dipadati warga setempat ini, Kusnadi diundang dalam kapasitasnya sebagai pimpinan dewan. Hadir juga anggota DPRD Kota Surabaya Sukadar.

“Ini luar biasa, di era sekarang masih ada yang nanggap wayang di Kota Surabaya. Saya sebagai bagian dari Pemprov Jatim sangat mengapresiasi acara ini,” kata Kusnadi, saat memberi sambutan.

Pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini menyebutkan, inilah yang sebenarnya jati diri bangsa Indonesia, di mana dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT, tetap nguri-uri budaya tradisional, khususnya budaya Jawa.

Apalagi, lanjut Kusnadi, lakon yang diambil dalam pagelaran wayang kulit kali ini mengambil lakon Wahyu Jamus Kalimosodo, yang diciptakan Sunan Kalijogo untuk menyebarkan agama Islam di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa.

Semangatnya saat itu, papar Kusnadi, mengajak masyarakat untuk masuk agama Islam, dengan mengucapkan dua kalimat syahadat melalui pagelaran wayang kulit.

“Jamus Kalimosodo kurang lebih artinya dua kalimat syahadat. Jadi, lakon Wahyu Jamus Kalimosodo ini cocok banget dengan momen yang dirayakan, yakni menyambut tahun baru Islam,” jelas Kusnadi.

Sementara itu, Sugianto dari panitia mengatakan, acara wayangan ini sebagai rangkaian kegiatan syukuran warga atau sedekah bumi menyambut tahun baru Islam dan tahun baru penanggalan Jawa atau 1 Suro.

“Kemarin malam gelar Sholawat Nabi keliling kampung diikuti seluruh warga, santri TPQ, tokoh masyarakat. Tadi pagi arak-arakan gunungan, dilanjut tasyakuran pada siang hari,” ujar Sugianto.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan istighotsah dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. “Harapan kita, masyarakat selalu mendapatkan berkah dari Allah SWT,” ucapnya. (goek)