Hadapi Pilkada Surabaya, Hasto: Tidak Ada Tarik Tambang Politik!

SURABAYA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, tidak ada tarik menarik di internal Partai jelang Pilkada Surabaya 2020. Hasto menyampaikan hal ini menanggapi beredarnya informasi bahwa ada ‘tarik tambang’ kepentingan antara dirinya dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Tidak ada tarik tambang politik di internal Partai. Yang ada adalah menarik rakyat agar bebas dari belenggu kemiskinan, ketidakadilan, dan kebodohan,” tandas Hasto saat membuka rapat Konsolidasi Organisasi Internal Partai di aula DPD PDI Perjuangan Jatim, Minggu (30/8/2020).

Baca juga: PDIP Jatim Sudah Pastikan Kemenangan di 11 Pilkada

Hasto mengatakan, rekomendasi calon kepala daerah sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang telah mendapat kewenangan dari Kongres Partai untuk mengambil keputusan.

“Itulah kultur demokrasi yang kita bangun. Itulah disiplin kita. Taat sepenuhnya keputusan Ketua Umum Partai,” jelasnya.

Turut hadir dalam konsolidasi internal ini, Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, Ketua Bidang Kebudayaan Tri Rismaharini, dan Wakil Sekjen Bidang Program Pemerintahan Arief Wibowo.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi mengatakan, pihaknya akan taat terhadap keputusan Ketua Umum dan siap berjuang untuk memenangkan para calon kepala daerah yang telah mendapatkan rekom.

“Ibu Megawati mengutus Pak Sekjen beserta jajaran kemari untuk mengingatkan kami kembali bahwa apapun keputusan partai itu harus dijadikan sebagai suatu pegangan bagi kita. Tidak ada lagi perasaan suka tidak suka bagi seseorang atau bagi calon yang memang sudah diputuskan oleh Partai,” ujar Kusnadi.

“Tugas kami sebagai pengurus partai, kader dan anggota partai ya tentu akan memperjuangkan itu,” imbuhnya.

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sendiri diberi amanat Megawati untuk menang di 13 dari 19 kabupaten/kota pada Pilkada Serentak 2020.

Terkait daerah dan tempat yang dirasa masih lemah, seperti di Situbondo, atau Pacitan, Kusnadi mengatakan pihaknya akan memberikan perlakuan khusus.

“Sumber daya itu akan lebih banyak kita lakukan pada daerah-daerah yang lemah untuk bisa mencapai tujuan. Tentu saja dengan gotong royong dan solid,” tandasnya. (fos)