oleh

Gugatan Maju Ditolak MK, PDI Perjuangan: Ini Kemenangan Rakyat Surabaya

-Berita Terkini, Pemilu-51 kali dibaca

SURABAYA – Seperti diprediksi sejak awal, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa pilkada Surabaya yang diajukan paslon Machfud Arifin dan Mujiaman (Maju). 

Dalam putusan yang dibacakan secara daring dan disiarkan YouTube, Selasa (16/2/2021) MK menyatakan permohonan Maju tidak bisa dilanjutkan. 

Pasalnya, pasal 158 ayat 2 UU 10/2016 menyatakan bahwa jumlah perbedaan suara antara pemohon dan suara pasangan Eri Cahyadi-Armuji sebagai termohon harus 0,5 persen.

Baca juga: PDI Perjuangan Yakin Putusan MK Seiring dengan Kehendak Rakyat Surabaya

Anggota Mahkamah Manahan M.P. Sitompul mengatakan, bila ditotal, 0,5 persen dikalikan 1.049.334 total suara sah, berarti pemohon harus mendapatkan perbedaan sebanyak 14.795 suara. 

“Berdasar hasil penghitungan selisih ada 145.746 suara. Ini tidak terpenuhi,” tutur Manahan.

Atas putusan MK, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono menyatakan, hal itu membuktikan bahwa gugatan Machfud-Mujiaman tidak berdasar. 

”Jelas bahwa apa-apa yang dituduhkan terhadap Eri-Armuji tidak benar. Termasuk tudingan ke Bu Risma menyalahgunakan wewenang juga tidak benar,” tandas Adi.

Mantan wartawan yang sekarang menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya ini menyebut, kemenangan Eri-Armuji adalah kemenangan rakyat Kota Pahlawan yang ingin kotanya semakin baik. 

Terlebih setelah kota ini mengalami transformasi sejak dipimpin Bambang D.H., Tri Rismaharini, dan Whisnu Sakti Buana.

”Kami berterima kasih kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri yang selama ini tak kenal lelah memberi nasihat, semangat, dan instruksi kepada kami untuk bekerja keras memastikan kepemimpinan kerakyatan di Surabaya bisa diteruskan. Terbukti, pilkada bisa dimenangkan Eri-Armuji yang memang diinginkan rakyat,” jelas Adi.

Politisi yang akrab disapa Awi ini juga mengucapkan terima kasih kepada Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan seluruh jajaran DPP, terutama Ketua DPP Tri Rismaharini. 

”Ibu Tri Rismaharini bekerja mencurahkan segenap kemampuan, pikiran, hati, dan tenaga untuk memenangkan Eri Cahyadi-Armuji, sekaligus mempertahankan supremasi PDI Perjuangan di Kota Surabaya,” ujarnya.

Awi menambahkan, kemenangan Eri-Armuji juga tentu berangkat dari dedikasi paslon tersebut yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama masa kampanye, pada hari coblosan dan setelah coblosan.

”Mas Eri-Cak Armuji telah melakukan kampanye luar biasa selama 3 bulan. Itulah cermin pemimpin berjiwa kerakyatan yang selalu terjun langsung ke rakyat, menyelami kehidupan mereka, dan menghadirkan solusi,” sebut Awi.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, seluruh anggota DPR dan DPRD Jatim dari dapil Surabaya. 

”Seluruh kader dan pengurus PDI Perjuangan Kota Surabaya, juga para relawan, telah bekerja dengan spirit gotong royong. Kami sangat berterima kasih,” ucap dia.

Terkait proses hukum di MK, Adi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim advokasi yang tergabung di Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Surabaya. 

Tim itu dipimpin Arif Budi Santoso, dengan anggota Wakit Nurohman, Eusebius Purwadi, Tomuan Sugiarto Hutagaol, Achmad Syaiful, Rio Dedy Heryawan, Vico Dedy Lestyanto, Moestar Arifin, Charlie Hasiholan Panjaitan, Bagus Andri Dwi Putra, dan Arjuna Rizki Dwi Krisnayana. (goek)