GEMAKU Ikuti Jejak ARM Pro-PDI Perjuangan

gemakuJAKARTA – Generasi Muda Khonghucu (GEMAKU) Indonesia menyatakan bergabung bersama Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) Pro-PDI Perjuangan untuk mendukung pemenangan PDI Perjuangan pada pemilu legislatif, 9 April 2014. GEMAKU Indonesia juga siap memenangkan Joko Widodo alias Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 pada pemilu presiden, 9 Juli 2014.

Pernyataan sikap GEMAKU Indonesia disampaikan kepada para wartawan di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat, Minggu (23/3/2014). Menurut Ketua Umum GEMAKU Indonesia, Kristan, dukungan itu dilakukan setelah melalui pertimbangan yang panjang dan matang dalam melihat serta mengamati perkembangan politik yang terjadi di tanah air.

GEMAKU Indonesia, jelas Kristan, merasakan adanya kesamaan pandangan, pemikiran dan pemahaman dengan ARM Pro PDI Perjuangan yang digalang Moh Jumhur Hidayat, terkait kepemimpinan nasional bangsa Indonesia ke depan.

“Karena itu, kami merasa perlu bergabung bersama ARM untuk menjatuhkan pilihan politik mendukung pemenangan PDI Perjuangan pada Pemilu Legislatif 9 April 2014, dan sekaligus mendukung pemenangan bapak Ir Joko Widodo alias Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 pada Pemilu Presiden RI pada 9 Juli 2014,” kata Kristan.

Moh Jumhur Hidayat adalah Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang diberhentikan dari jabatannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 11 Maret 2014. Pemberhentian Jumhur dilakukan setelah SBY menandatangani Keputusan Presiden Nomor 39/M Tahun 2014.

Jumhur Mendeklarasikan Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) mendukung PDI Perjuangan dan Jokowi di Jogja, 20 Maret. Acara deklarasi dihadiri berbagai kalangan termasuk puluhan anggota ARM. Sementara sehari sebelumnya, Rabu (19/3) Jumhur menyerahkan jabatan Kepala BNP2TKI kepada Gatot Abdullah Mansyur setelah dicopot jabatannya oleh Presiden SBY tanggal 11 Maret 2014.

GEMAKU Indonesia, tambah Kristan, tentunya juga akan berusaha mengawal pertarungan politis ini secara fair. Sebab, hasilnya akan menentukan nasib bangsa Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Penilaian GEMAKU Indonesia, jelas Kristan, bahwa memang Jokowi hanya sekadar pemimpin “biasa”. Apa yang dilakukan Jokowi, pun sangat sederhana, seperti yang memang seharusnya dilakukan para pejabat pemerintahan di negeri ini.

“Pemimpin sejati itu walau tidak pandai bicara, namun ia tangkas bekerja, yakni Confucius,” kata Kristan, menilai sosok Jokowi.

Atas dasar itu pula, imbuh dia, GEMAKU Indonesia menjatuhkan dukungan kepada Jokowi untuk berjuang bersama merajut negeri Indonesia menjadi sebuah lukisan yang amat luar biasa, yang bisa dinikmati para rakyatnya dan juga dunia. (pri/*)