Gatotkoco Winisudo, Lakon Wayang Berkonteks Kekinian

pdip-jatim-wayang-lakon-gatotkoco-winisudoBUKAN tanpa alasan jika dalang Ki Didik Yulianto melakonkan Gatotkaca Winisudo pada gelaran wayang kulit di halaman kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kamis (21/1/2016) malam.

Cerita tersebut sesuai dengan konteks kekinian. Dimana pilkada serentak se-Indonesia yang baru saja dilangsungkan akhir tahun kemarin, telah menuai para pemimpin di tingkatan kabupaten/kota dan provinsi hasil pilihan rakyat.

Alkisah, seperti disari dari berbagai sumber, negeri Pringgondani mengalami kekosongan kekuasaan menyusul wafatnya sang raja, Prabu Arimba. Para petinggi negeri tersebut, di antaranya Dewi Arimbi, Werkudoro, Kresna, Janoko, dan Bathara Narada kemudian mengadakan persidangan suksesi kepemimpinan.

Di bagian lain, pihak-pihak dari luar seperti adu cepat berusaha menjarah kekosongan tampuk kepemimpinan Pringgondani. Bala tentara Kurawa misalnya, dengan sigapnya bergerak ke Pringgondani untuk menguasai negeri tersebut.

Di saat yang sama, sepasukan tentara dari negeri Tunggarana yang dipimpin Prabu Kala Pustaka bergerak ke titik yang sama. (Raih Suara Tertinggi saat Pilkada, Ranting dan PAC Dapat Penghargaan)

Yang terjadi kemudian, juga bagaimana proses suksesi kepemimpinan Pringgondani sementara dua bala pasukan asing dari dua negeri berbeda tengah bersiap menyerang, semua dipaparkan dalang yang juga tenar dengan nama Ki Didik Banteng, semalam.

Pertujungan wayang kulit yang menarik animo masyarakat ini digelar terkait Hari Ulang Tahun ke-43 PDI Perjuangan.

“Sekaligus sebagai ungkapan syukur karena dalam pilkada serentak Desember kemarin, PDI Perjuangan menang di 13 kabupaten dan kota dari 19 pilkada yang digelar di Jawa Timur,” terang Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi.

Dalam acara syukuran dan pagelaran wayang kulit ini, pihak DPD Jatim mengundang pengurus DPC dan anggota fraksi DPRD tingkat II se-Jatim. Selain itu, para kepala daerah dari PDI Perjuangan termasuk 13 kepala daerah terpilih dalam pilkada Desember 2015.

“Masyarakat sekitar, termasuk para penggemar wayang kulit yang berminat menonton kami persilakan,” tambah Kusnadi. (hs)