Garapan Jelang Pilpres: Tepis Isu dan Door to Door

jokowi 2303SLAWI — Calon presiden Joko Widodo mengajak masyarakat pendukungnya melakukan dua aksi besar jelang Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 mendatang. Dua garapan yang harus dilakukan tersebut, yakni menepis isu-isu yang menyerang pasangan Jokowi-JK, dan bergerak dari rumah ke rumah.

Menurut Jokowi, semua isu negatif dan bersifat black campaigne, harus segera ditepis. Dia mengajak masyarakat pendukungnya tidak ragu-ragu dalam menepis isu-isu tersebut.

“Tugas kedua, menggerakkan rakyat dari rumah ke rumah. Kalau kiai bilangin jangan golput, jangan salah pilih pemimpin. Relawan juga sampaikan, Jokowi kayak gini, yang satu lagi kayak gini,” kata Jokowi, saat di kediaman tokoh masyarakat Marsinggih Marnadi di Slawi, Jawa Tengah, Kamis (19/6/2014) .

Mantan Wali Kota Solo itu mengungkapkan, rentang waktu bagi para pendukung Jokowi-JK tinggal 20 hari lagi jelang pencoblosan. Dia yakin dengan kekuatan relawan, dan kader partai-partai pengusung pasangan nomor urut dua itu dapat memenangkan Pilpres 2014.

“Itu semua serangan darat. Nanti, kalau yang serangan udara, melalui televisi, koran, dan elektronik, biar saya yang mengurus,” ujarnya.

Sementara, saat berkunjung ke Magelang, Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh anggota dan pengurus Muslimat NU seluruh Kabupaten Magelang untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang “menyerang” Jokowi-JK. Dia minta mereka untuk tidak mencerna mentah-mentah informasi yang tidak jelas kebenarannya.

“Ada isu sertifikasi untuk guru mau dihapuskan kalau Jokowi jadi presiden. Ada lagi isu Indonesia tidak akan aman dan akan dikudeta. Dan yang terakhir ini, ada rencana hilangkan kolom agama di KTP kalau Jokowi-JK menang. Itu tidak benar,” tegas Khofifah, di acara Taaruf Suksesi Capres Cawapres Jokowi-JK di GOR Armada, Kecamatan Mertoyudan.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu pun mengajak semua anggota dan pengurus Muslimat NU se-Kabupaten Magelang untuk memenangkan pasangan nomor urut dua tersebut. Sebab, jelas Khofifah, pasangan Jokowi-JK satu-satunya yang dari kalangan NU.

Senada juga disampaikan politisi senior PKB, Prof Alwi Shihab. Dia minta warga NU untuk tidak memercayai isu dan kampanye hitam yang menyerang Jokowi.

“Sejauh ini, Pak Jokowi terus diserang fitnah namun tidak pernah berusaha untuk membalas dengan fitnah. Sikap ini sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Tentu itu patut dijadikan teladan,” kata Alwi.

Tidak hanya itu, lanjut Alwi, selama ini NU dan PKB selalu berada dalam pemerintahan Indonesia. Ideologi negara ini sendiri sejalan dengan ahlusunnah wal jamaah yang selalu diajarkan oleh pendiri NU.

“Jokowi adalah sosok yang tidak hanya bagian dari ahlusunah wal jamaah tapi juga ikut mempraktikkan ahlusunah wal jamaah. Sedangkan JK adalah Mustasyar PB NU. Siapa lagi yang akan kita pilih selain Jokowi-JK?” kata mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di Kabinet Indonesia Bersatu itu. (pri/*)