Fraksi Desak Pemprov Waspadai Daging Kurban Tak Layak Konsumsi

pdip jatim - pemeriksaan kesehatan hewan

pemeriksaan kesehatan ternak

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur minta pemerintah provinsi mewaspadai dua hal yang sekarang jadi masalah mendesak di provinsi ini. Yakni daging kurban tak layak konsumsi dan kebakaran hutan.

Menurut Islan Gatot Imbata, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, menjelang Idul Adha tahun 2015, di Kaliwates, Jember sudah ditemukan hewan kurban yang tidak layak konsumsi. “Kebakaran hutan di Jawa Timur juga perlu mendapat perhatian serius, meskipun kebakarannya tidak separah Sumatera dan Kalimantan,“ kata Islan, di gedung DPRD Jatim, Surabaya, kemarin.

Banyaknya hewan kurban yang dijual, baik di pasar hewan maupun oleh para pedagang dadakan, lanjut Islan, harus segera direspon dengan pemeriksaan hewan oleh dinas terkait. Sebab, masyarakat dapat dirugikan karena mengonsumsi daging kurban seperti sapi, kambing atau domba yang tidak layak.

“Untuk mencegah hewan yang tidak layak kurban ini, kami minta Dinas Peternakan Provinsi untuk lebih intensif melakukan pengawasan melalui koordinasi dengan Dinas Peternakan Kota/Kabupaten se-Jatim,“ ujar Islan.

Dia menyarankan agar Pemprov Jatim, karena keterbatasan tenaga yang ada, melalui Dinas Peternakan perlu menjalin kerjasama dengan fakultas kedokteran hewan dari perguruan tinggi di Jawa Timur, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Dengan demikian, tambah Islan, maka jangkauan pengawasannya bisa lebih luas dan menyebar.

Terkait dengan kebakaran hutan di Jawa Timur, Islan mengatakan, meskipun kebakaran hutan di Jawa Timur belum separah di Sumatera dan Kalimantan, Pemprov Jatim perlu melakukan antisipasi yang serius.

“Belum lama ini, hutan lindung di lereng Gunung Lamongan, Kabupaten Lumajang terbakar hingga mencapai 400 hektare. Kebakaran juga melanda hutan lindung petak 193 lereng Timur Selatan Gunung Kawi, Kabupaten Malang dan di hutan jati Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar,“ ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Islan, kebakaran juga terjadi di wilayah seperti Trenggalek, telah terjadi kebakaran belasan hektar hutan produksi di Gunung Kebo, Gunung Kuncung, serta Gunung Jaas. “Di perbatasan provinsi, tepatnya di Gunung Lawu, kebakaran hutan juga muncul di Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi yang kemudian bahkan merambat sampai ke wilayah Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah,“ terang Islan.

Untuk itu, imbau Islan, pemprov perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana kebakaran hutan di Jawa Timur ini. Islan juga mengingatkan, bahwa musim kemarau kali ini akan lebih kering akibat badai El Nino.

“Saat ini kita belum memasuki musim hujan. Musim kemarau tahun ini akan lebih kering daripada saat musim kemarau biasanya akibat El Nino. Perlu peningkatan kewaspadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah,“ ujarnya.

Dia juga menyarankan agar pemerintah segera melakukan kerjasama terpadu dengan berbagai instansi terkait maupun masyarakat. Kerjasama dengan para relawan baik masyarakat lokal maupun masyarakat kampus juga perlu digalakkan.

“Upaya penangkapan pelaku pembakaran hutan juga harus diintensifkan dan ditindak secara tegas agar ada efek jera. Dengan demikian, kita tidak menghadapai masalah yang sama dari tahun ke tahun,“ pungkas dia. (guh)