Fraksi Desak Pemprov Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

pdip-jatim-sw-nugrohoSURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menyetujui Raperda tentang Sistem Kesehatan Provinsi (SKP) dan Raperda tentang Upaya Kesehatan untuk ditetapkan dan disahkan menjadi Peraturan Daerah.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim SW Nugroho mengatakan, semua warga Jawa Timur ingin mewujudkan masyarakat yang sehat.

“Seperti kata Bung Karno yang menginginkan terbangunnya satu Bangsa Indonesia Baru, yang badannya sehat kuat karena cukup persediaan makan. Yang jiwanya dinamis tangkas perkasa karena terlepas dari ikatan-ikatan lama yang membelenggu ribuan tahun,“ kata Nugroho, usai Rapat Paripurna DPRD, Kamis (31/12/2015).

Dengan mengutip pidato Bung Karno pada acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Fakultas Pertanian Universitas Indonesia yang kemudian menjadi Institut Pertanian Bogor, Nugroho ingin agar pidato tersebut bisa menjadi inspirasi untuk terus berjuang menyehatkan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur.

“Beliau mencita-citakan agar masyarakat Indonesia dapat menjadi bangsa yang sehat jasmani dan rohani. Bangsa yang merdeka, bebas dari belenggu penjajahan, namun juga terbebas dari segala penyakit, segala bentuk kelaparan dan kekurangan,“ jelasnya.

Keberadaan kedua Raperda tersebut, sebut Nugroho, memang dalam rangka memenuhi amanat pasal 12 ayat (1) dan pasal 31 ayat (2) huruf (b) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Dalam pelaksanaan desentralisasi, dilakukan penataan daerah yang ditujukan, salah satunya, untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Yaitu, untuk peningkatan indeks pembangunan manusia yang ditandai dengan peningkatan kesehatan, pendidikan, dan pendapatan masyarakat,“ urainya.

Dengan adanya dua Perda tersebut kondisi kesehatan di Jawa Timur diharapkan makin membaik, khususnya dalam masalah kelahiran. “Kami minta pemprov agar dapat menekan serendah mungkin angka kematian bayi dan angka kematian ibu di provinsi ini,“ ujar pria yang juga Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu.

Menurut Nugroho, itikad baik dari pemerintah provinsi menjadi kunci utama bagi keberhasilan Perda ini secara efektif, efisien dan tepat sasaran. Pemerintah provinsi menjadi semakin memihak pada aspek layanan promotif dan preventif dalam kesehatan. Tidak hanya kuratif saja, tetapi juga melakukan pendekatan bersifat parsial dan menyelesaikan masalah kesehatan secara holistik.

Selain itu, kata Nugroho, partisipasi masyarakat dalam upaya kesehatan dapat makin optimal, khususnya dalam upaya kesehatan promotif dan preventif. Pada gilirannya, indikator kesehatan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dapat meningkat, termasuk di Jawa Timur.

Di akhir pernyataannya Nugroho mengatakan bahwa Fraksinya dan masyarakat Jawa Timur ingin mewujudkan masyarakat yang sehat. Masyarakat yang di dalamnya tidak ada lagi wabah penyakit dan kurang gizi yang merajalela. Masyarakat yang badannya sehat sehingga jiwanya juga sehat dan bisa membangun bangsa Indonesia.

“Ini merupakan harapan kita semua dan juga harapan para pendiri bangsa Indonesia,“ pungkas Nugroho. (guh)