Eva Sundari Sosialisasi Kinerja Jokowi di Kampung Disabilitas

BLITAR – Legislator DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Eva Sundari menyosialisasikan program-program andalan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, di Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.

Seperti pada Sabtu (30/3/19) sore, Eva Sundari memaparkan berbagai hal terkait kinerja Jokowi selama menjadi presiden. Sosialisasi dilakukan saat Eva menghadiri pertemuan para wali murid Bengkel Batik Ciprat di Desa Resapombo.

Kegiatan yang diadakan di rumah salah satu pendamping, Rita Sukirni dihadiri 80-an orang semata bertujuan untuk mendengarkan sosialisasi pemilu 2019 dan pencoblosannya.

Bengkel Batik Ciprat didirikan oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) sebagai metode rehabilitasi bagi para penyandang disabilitas mental dengan siswa berjumlah 70 orang.

Setelah memperkenalkan diri, Eva Sundari yang juga Sekretaris Badiklatpus PDI Perjuangan ini kemudian memperkenalkan diri. Setelah itu, politisi PDIP yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari dapil 6 Jawa Timur ini kemudian memaparkan kinerja Presiden Jokowi serta program-program andalan di masa  mendatang.

“Pemerintahan Pak Jokowi telah memberikan asistensi sosial kepada penyandang disabilitas berat dan ada 100 ribu lebih mendapat program PKH. Selain alat bantu, Pak Jokowi juga menerbitkan lebih dari tujuh ribu kartu khusus bagi penyandang disabilitas,” jelas Eva Sundari.

Hadirin tampak sudah mengenal keberadaan tiga kartu sakti Presiden Jokowi dalam kampanye saat ini melalui siara di televisi. Salah seorang peserta kemudian menyampaika aspirasi ke Eva Sundari bagi pendirian SLB di tanah aset milik Desa Resapombo.

Sementara, Rita Sukirni menyampaikan apresiasinya dan warga atas kedatangan Eva Sundari di desa mereka.

“Kami gembira akhirnya ada caleg DPR RI yang mau hadir menyapa kami di tempat terpencil di lereng gunung Kawi,” kata Rita. Turut hadir dalam sosialisasi tersebut caleg lokal asal Kecamatan Doko dari PDIP, Sriati yang juga turut diskusi dan mencatat aspirasi warga. Sosialisasi ditutup dengan doa yang dipimpin sesepuh desa tersebut, Suparman. (guh)