Eva Sundari: Pancasila Hindarkan Kebekuan Pikir Menghadapi Disrupsi

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Eva Sundari mengatakan, Pancasila adalah jalan kebudayaan Indonesia karena Pancasila adalah kepribadian bangsa.

“Pancasila dengan karakternya yang inklusif, merangkul semua orang lintas SARA. Karakter yang demikian menghindarkan kita dari kebekuan pikiran di saat dunia bergerak cepat dipicu perkembangan teknologi atau yang disebut disrupsi,” papar Eva Sundari.

Hal itu disampaikan Eva di acara Sosialisasi 4 Pilar di Desa Purwokerto Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Di acara itu, Eva mengurai tentang Strategi Pembangunan Berbasis Kebudayaan.

Sosialisasi yang diikuti 178 budayawan dan aktivis pemuda tersebut dilaksanakan pada Kamis (20/3/2019) di kediaman Yasmari, Ketua Paguyuban Mocopat Murditomo Kabupaten Blitar.

Lebih lanjut, disrupsi sering direspon dengan kebekuan pikiran yang kemudian melahirkan rasisme, radikalisme agama yang bahkan bisa berkembang menjadi terorisme.

“Saat ini misalnya di Eropa, muncul gerakan nasionalisme sempit/eksklusif yang isinya rasisme. Sebaliknya di Indonesia, Nasionalisme Pancasila adalah inklusif karena ada sila kemanusiaan di dalamnya,” sebut Eva.

Kepribadian Pancasila itu, lanjut dia, ditandai dengan open mind, open hearts, dan open will alias cerdas IQ, EQ (emosi) dan SQ (spiritual) sehingga Indonesia sejak lama sukses mengelola perbedaan berbasis SARA. Perbedaan mampu kita kelola sebagai kekuatan sebagaimana Majapahit membangun imperium dunia menggonakan slogan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa.

“Politik identitas kita sudah selesai tahun 1928 saat Sumpah Pemuda. Upaya membangkitkan politik eksklusifisme adalah a-historis dan melawan Pancasila,” jelas Eva Sundari.

“Inklusifitas Pancasila menjadi modal kita membangun Kebudayaan yang intinya adalah gotong royong,” imbuhnya.

Acara Sosialisasi Pancasila itu dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 stanza yang dipimpin ibu Toniq, anggota Paguyuban Mocopat Murditomo. Setelah itu, ada pembacaan Pancasila oleh aktivis Karang Taruna Lukty Prasetyaningrum yang diikuti seluruh peserta sosialisasi.

Sosialisasi tersebut diselingi dengan sajian Campursari Putu Umyang dari Jimbe dan persembahan tembang-tembang Mocopatan dari Paguyuban Murditomo. Salah satu tembang pupuh Mijil khusus dibuat syairnya untuk Eva Sundari. (guh)