Eva Sundari Memulai Gerakan Generasi Kolaborasi, Kediri Sakti 4.0

KEDIRI – Anggota DPR RI Komisi XI Eva Sundari mengajak masyarakat mengasah akal, mengasuh hati dan membuka jiwa agar mampu memanfaatkan peluang usaha ekonomi terutama di bidang pertanian.

Ajakan itu disampaikan Eva di depan 300-an pemuda petani dan ibu-ibu di acara Sosialisasi Otoritas Jasa Keungan (OJK) dalam menfasilitasi Ekonomi Kreatif dan Digital, Gerakan 5 Sila untuk Kediri Sakti 4.0 di Balai Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri pada Rabu (27/2/2019) .

“Kemajuan teknologi telekomunikasi serta penyediaan infrastruktur ekonomi, terutama fasilitas pendanaan berupa kredit usaha rakyat harus direspon secara agresif dan positif masyarakat,” tantang Eva Sundari.

Di sela acara, politisi PDI Perjuangan ini mengajak semua peserta yang hadir melakukan yel bersama “Generasi Kolaborasi, Kediri Sakti 4.0 .. Yes, Yes, Yes!”. Yel-yel itu dilakukan sambil tangan kanan disilangkan ke arah atas, sebagai tanda terbang (take off).

Bambang Supriyanto, Kepala OJK Kediri yang hadir membuka pertemuan dengan mendorong masyarakat Kediri untuk aktif menghubungi komunitas perbankan maupun non perbankan di Kediri.

“OJK Kediri siap memfasilitasi dan berkolaborasi termasuk untuk melindungi transaksi keuangan para petani dan pemuda dalam berbisnis. OJK bisa memberikan edukasi terkait literasi dan inklusi keuangan jika dibutuhkan,” jelas Bambang.

Pemimpin BRI Cabang Kediri, Sukirno mengajak semua pihak baik individu, komunitas, kelompok usaha, koperasi dan BUMDES untuk memanfaatkan peluang kredit usaha rakyat (KUR) demi mempercepat pengembangan perekonomian Kab Kediri.

“Potensi ekonomi besar dan fasilitas pendanaan yang tersedia juga besar. BRI Kediri menunggu 30 ribu gagasan bisnis yang kreatif, inovatif, solutif dari masyarakat,” jelas Sukirno.

Pada kesempatan tersebut Mohammad Rofii, penggagas bisnis “Bakso Beranak” berbagi pengalaman sukses dalam mengembangkan usaha terutama pemasarannya melalui sosmed.

“Strategi saya laksanakan dengan menggunakan smartphone semata. Dari bikin iklan, maupun penjualannya. Ada dinamika menarik dari online ke offline, dan sebaliknya. Saling memperkuat. Sejak memulai bisnis dua bulan lalu, sekarang omzet saya Rp 7 juta per bulan,” jelas Rofii bersemangat. Anggota DPRD Kab Kediri yang bertindak sebagai moderator acara, Ruakhila Diniyah menyampaikan kesannya,”Saya dukung Gerakan Generasi Kolaborasi Kediri 4.0 karena ini bagian dari revolusi mental untuk mensegerakan kesejahteraan umum. Semoga para ibu juga aktif berpartisipasi memanfaatkan peluang ini,” ujarnya. (guh)