Eva Sundari: Kepala Sekolah Kunci Implementasi Kurikulum 2013

KEDIRI – PGRI Kota Kediri bekerjasama dengan Kaukus Pancasila DPR RI mengambil inisiatif untuk mengadakan sarasehan dengan para kepala sekolah se-Kota Kediri. Sarasehan ini bertujuan agar Kurikulum 2013 (K-2013) dapat dipercepat implementasinya secara meluas dan benar.

“Kurikulum 2013 (K-2013) yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa berbasis Pancasila belum sepenuhnya terpahami para guru,” kata Eva Sundari anggota Tim Sosialisasi MPR sekaligus Ketua Kaukus Pancasila, Rabu.

Saat sarasehan berlangsung pada Senin malam (15/10/18) itu, Eva Sundari hadir bersama Aqnes Purbasari, Tenaga Ahli Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang juga dosen Humaniora UI.

Acara tersebut dihadiri 150 kepala PAUD, TK, SMP dan SMA negeri dan swasta se-Kota Kediri. Mereka mengenakan kostum berbagai suku sesuai tema Sarasehan yaitu Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.

Eva Sundari menyambut baik penyelenggaraan sarasehan tersebut. “Kaukus Pancasila gembira dengan inisiatif PGRI untuk melakukan penyegaran dan reorientasi bagi kepala sekolah. Faktanya, merekalah kunci perubahan di masing-masing sekolah dalam menentukan pilihan peran penguatan atau pelemahan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Dia mengusulkan kerjasama lebih lanjut Kaukus Pancasila dan PGRI untuk menyelenggarakan Lomba Integrasi Nilai Pancasila dalam Pendidikan Karakter sebagai upaya percepatan dan perluasan pelaksanaan Kurikulum 2013.

Eva Sundari pun menyadari bahwa pembentukan karakter berbasis Pancasila harus dilaksanakan komprehensif. Nilai Pancasila harus menjadi jiwa organisasi sekolah, kelas, di keluarga, di masyarakat bahkan di lembaga-lembaga negara lainnya.

Husein Tamani, Wakil Ketua PGRI Jatim merespon positif usulan Eva, “Kita mulai di Jatim dulu, kemudian bisa diperluas ke seluruh Indonesia. Saya yakin PGRI Jatim bisa jadi pelopor untuk gagasan tersebut,” katanya.

Sedang Aqnes Purbasari dari BPIP mengingatkan, Pancasila harus menjadi roh di semua pelajaran, jangan hanya di PKN. “Tapi juga di kebijakan sekolah oleh kepala sekolah, para pengawas, para direktur di kantor dinas pendidikan hingga ke kementrian di Jakarta,” kata Aqnes.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Kediri, Siswanto dalam sambutan pembukaan sarasehan menyampaikan, dalam rangka merayakan ultah ke-73 tahun PGRI, pihaknya sengaja mengangkat tema sentral dalam orientasi pendidikan karakter Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.

“Ini menjawab permasalahan internal di lembaga pendidikan karena ternyata banyak guru yang terpapar paham intoleransi,” terang Siswanto.

Sarasehan untuk para kepala sekolah tersebut dilanjutkan dengan sarasehan lebih besar diikuti oleh 400 guru dari berbagai tingkat pada hari Selasa dan Rabu (16-17/10/18) dengan Topik Integrasi Pancasila ke Dalam Kurikulum Pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkot Kediri. (guh)