Eva Sundari: Karakter Pancasila sebagai Orientasi Investasi SDM Bangsa

KEDIRI – Para guru-guru serius menyimak penayangan video Jack Ma yang menceritakan pentingnya LQ (kecerdasan cinta) atau lazim disebut kecerdasan spiritual (SQ) selain IQ (kecerdasan otak) dan EQ (kecerdasan emosional) bagi para siswa untuk menghadapi Revolusi Teknologi 4.0.

Penayangan video dilakukan di acara sarasehan dengan Topik Integrasi Pancasila ke Dalam Kurikulum Pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkot Kediri, Selasa.

Inti cerita, anak-anak harus diajarkan sesuatu yang robot tidak bisa mengerjakan yaitu kreatifitas, innovasi, team work, budaya sehingga bisa menjadi sosok yang sukses sekaligus mampu mempertahankannya pada jangka panjang.

Eva Sundari, anggota Tim Sosialisasi MPR dan Ketua Kaukus Pancasila DPR menekankan pesan penting dari Jack Ma, bahwa kepribadian, nilai-nilai, keyakinan memang harus menjadi tujuan pendidikan.

“Perpres 87/2017 telah menegaskan bahwa pendidikan karakter kita berbasis Pancasila, yang memang merupakan kepribadian bangsa,” kata Eva, kemarin.

Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila ini dengan tepat menjawab tantangan bahwa kunci kemajuan perekonomian adalah investasi pada SDM. Menurut Eva, Indonesia menghadapi tantangan kualitas SDM.

“Di bidang science, matematik maupun kemampuan membaca berada di cluster kelompok negara-negara terendah kalah dari negara Palestina yang sedang berperang. Ini ironis karena Singapura tetangga kita berada di ranking pertama menurut riset PISA,” kata Eva Sundari dengan nada gundah.

Sementara, Aqnes Purbasari dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengatakan, nilai-nilai Pancasila yang berintikan inklusifitas dalam kesetaraan akan menjamin para siswa untuk menjadi manusia yang open mind, open heart dan open will agar kemajuan-kemajuan bisa diciptakan.

“Pesan penting sila pertama adalah berisi spiritualitas yang merupakan substansi dan merupakan tujuan agama-agama maupun ajaran moralitas lainnya,” jelas Aqnes Purbasari.

Aqnes juga mengajak para peserta untuk bersimulasi mengembangkan nilai-nilai tiap sila Pancasila untuk diintegrasikan ke dalam mata pelajaran-mata pelajaran.

Suasana menjadi riuh ketika para peserta dibagi ke beberapa kelompok sesuai jenjang pendidikan dan diskusi kelompok dibolehkan berlangsung secara santai tapi serius. (guh)