Eva Sundari Ajak Masyarakat Awam Kediri Berbisnis

KEDIRI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Eva Sundari memperluas Gagasan Generasi Kolaborasi Masyarakat 4.0  yang di Kediri dinamakan Kediri Sakti 4.0.

Di hadapan 520 peserta “Sosialisasi Peran BI dalam megembangkan Ekonomi Kreatif dan Digital” di Basement Simpang Lima Gumul (SLG), Eva Sundari menyampaikan paparannya berjudul Transformasi Sistem Industri 4.0.

Acara yang berlangsung pada Kamis (28/2/2019) dan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza tersebut terselenggara karena dukungan Bank Indonesia.

Selain Eva Sundari, hadir juga Wasis SH MM, anggota DPRD Kab Kediri, Merry Komala Sari dari BI Kediri, dan Moch Rofii pelaku bisnis kreatif Kota Kediri. Sedangkan para peserta terdiri dari masyarakat awam perwakilan 21 desa di Kec Gurah dan beberapa desa di Kec Pagu.

Eva Sundari dalam paparannya, mengharap ada perubahan pola pikir (mind set), perilaku dan gaya kerja karena tantangan-tantangan perubahan lingkungan termasuk Revolusi Industri 4.0.

“Kehadiran teknologi komunikasi dan big data membuka peluang bisnis dengan orientasi bagaimana memenuhi kebutuhan barang dan jasa agar masyarakat hidup lebih mudah, murah, nyaman, dan aman. Beberapa contoh adalah Gojek, BukaLapak, Tokopedia, dan Traveloka,” kata Eva Sundari.

Memajukan kesejahteraan umum harus menjadi fokus Indonesia saat ini karena amanah Pancasila jelas, sosio demokrasi (sila 4 dan 5) meminta agar demokrasi ekonomi (kemakmuran) sejalan dengan demokrasi politik.

“Kunci negara makmur kalau rakyatnya berbisnis. Korsel dan Jepang yang di tahun 1945 lebih miskin dari Indonesia, bisa melakukan lompatan ekonomi karena rakyatnya aktif berbisnis,” jelas Eva.

Sementara, Merry Komala Sari dari BI menjelaskan bahwa untuk memfasilitasi program bisnis digital masyarakat harus mulai memakai sistem pembayaran non tunai (cashless).

“Salah satu indikator ekonomi digital adalah e-money yang menjamin keamanan dan percepatan pelayanan transaksi ekonomi. Selain aman, e-money menjamin transparansi, akuntabilitas sehingga bisa menghindari ekonomi biaya tinggi,” jelas Merry Komala Sari.

Pada kesempatan itu, Moch Rofii pelaku bisnis BBW (Bakso Beranak Wik wik wik) yang sudah beromzet 7 juta rupiah per hari membagi voucher makan gratis untuk peserta setelah membagi kuiz secara random.

“Jangan lupa beramal dalam berbisnis untuk menjaga keberlangsungan bisnis kita. Motivasi bisnis saya adalah keinginan mengubah nasib dan menjadikan hidup ini bermanfaat,” kata Rofii bersemangat.

Anggota DPRD Wasis memberi komentar bahwa pada peserta sepatutnya diberikan pelatihan-pelatihan susulan hingga mampu memunculkan gagasan bisnis yang konkret.

“Semua peserta menyatakan ingin kaya, satu-satunya cara ya memulai bisnis. Jadi sepatutnya Komunitas Kediri Sakti 4.0 Gurah ini dilembagakan untuk terus ditingkatkan kapasitas ekonomi mereka,” kata Wasis. Sosialisasi hari itu ditutup dengan doa dipimpin oleh Ustadz Ahmad Zaini yang didalam doanya memohan keberkahan Tuhan bagi kemajuan-kemajuan kesejahteraan bagi peserta dan bangsa Indonesia. (guh)