Eva Serahkan Tautan Toolkits KBB untuk DPR RI

JAKARTA – Akan ada yang baru di website DPR RI, APHR (Asian Parliamentarians for Human Rights) dan NDI (National Democratic Institute) menghibahkan toolkits isu Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan  (KBB) kepada DPR RI.

Penyerahan tautan tersebut dilaksanakan secara simbolis oleh Eva Sundari dari Fraksi PDIP kepada Ketua DPR RI, Bambang Susatyo pada hari Senin (2/4/2019) di Media Centre DPR RI di Gedung Nusantara III.

Hadir pada kesempatan tersebut, Lena Maryana Mukti dari FPP yang juga anggota APHR dan Bobby Adhityo Rizaldi FPG serta Desi Hanara Koordinator Regional APHR yang memberi laporan singkat tentang kegiatan-kegiatan APHR-NDI. Sedangkan Eva Sundari berperan sebagai moderator sekaligus pengantar diskusi.

“Toolkits ini merupakan abstraksi pembelajaran dari pengalaman 10 tahun anggota DPR dalam melindungi hak kebebasan beragama dan berkeyakinan dari Kaukus Pancasila sejak 2008 dan dilanjutkan di APHR sejak 2011. Semoga ini bisa berfungsi menjadi resources bagi anggota DPR, akademisi, maupun masyarakat umum yang ingin belajar dan mengadvokasi penegakkan pasal 29 UUD 1945,” kata Eva Sundari saat mengantar diskusi.

Lena Maryana Mukti menambahkan, “Indonesia menjadi model bagi parlemen dunia dalam menegakkan toleransi, mengatasi radikalisme agama yang menjadi problem dunia saat ini”. Saat mewakili APHR di forum PBB, P3 yang berasas Islam menjadi bahasan menarik karena mempunyai pandangan-pandangan progresif soal KBB.

Ketua DPR menyambut gembira hibah dari tautan APHR-NDI, www.forb-asia.org untuk menjadi tautan dari webstite DPR RI, www.dpr.go.id. “Ini akan menjadi legacy DPR periode ini, menjadikan website DPR sebagai sumber ilmu keparlemenan. Parpol-parpol bisa juga menggunakannya untuk pembekalan para kadernya sehingga kualitas DPR dan para anggotanya bisa meningkat,” harapnya.

Apresiasi atas hibah tersebut juga disampaikan oleh Bobby Rizaldi yang sedang ikut menyiapkan pltaform untuk mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) termasuk terorisme.

“Toolkits ini ibaratnya software bagi penyiapan hardware berupa koordinasi antar instrumen untuk mengatasi terorisme. Upaya pencegahan di hulu oleh APHR akan meringankan kerja di hilir oleh kami,” kata Bobby Rizaldi.

Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis beberapa materi versi cetakan hasil kerja APHR yang ada juga di www.forb-asia.org oleh Eva Sundari kepada Ketua DPR Bambang Susetyo. Beberapa aktivis dan perwakilan lembaga-lembaga yang bergerak di isu KBB tampak hadir. Di antaranya Syamsiah Ahmad pokja CEDAW, Ahmad Fanani, Ahmad Jamet dari Asia Foundation (Tafindo), dan Ruth Panjaitan dari International Commision of Jurits (ICJ). (guh)