oleh

Eri-Armudji Unggul, Hasto: Bukti Pengakuan Atas Prestasi Kepala Daerah PDIP

-Berita Terkini-3 kali dibaca

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, keunggulan pasangan calon kepala daerah di Pilkada Surabaya, Semarang, hingga Banyuwangi, jadi bukti pengakuan atas prestasi kepala daerah PDIP dan keinginan untuk melanjutkan kepemimpinan kader Banteng

Hasto mengatakan, dari kantor DPP PDI Perjuangan pihaknya memantau proses quick count pilkada serentak 2020 termasuk di sejumlah wilayah strategis.

Meski masih kategori hitung cepat oleh sejumlah lembaga survei, namun PDI Perjuangan secara internal melakukan proses perhitungan cepat dan real count melalui jejaring saksi Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) partai. Sehingga diyakini laporannya lebih lengkap dan akurat.

Baca juga: Unggul Quick Count, Eri Cahyadi Harap Tak Ada Euforia Berlebihan

Berdasarkan hasil hitung cepat dan laporan progress terakhir dari BSPN, sebut Hasto, hasil hitung cepat pilkada di sejumlah wilayah strategis sudah mencapai batas stabil secara statistik.

Salah satu kabar yang sangat menggembirakan, ungkap Hasto, adalah hasil hitung cepat dan trend real count Pilwali Surabaya. Dimana pasangan nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armudji berhasil mengungguli pasangan MA-Mujiaman.

“Kami bersyukur, meski di tengah kepungan berbagai kekuatan politik yang besar, politik uang yang massif, dan politik devide et impera yang sistematis, tetapi PDI Perjuangan dengan mandat rakyat Surabaya mampu memenangkan pilkada di Kota Pahlawan,” kata Hasto, Rabu (9/12/2020).

Selain Surabaya, pihaknya juga mendapat kabar positif di sejumlah wilayah penting yang menjadi sorotan secara nasional. Para Pasangan Calon di Kota Solo (Gibran-Teguh), Kota Medan (Bobby Nasution-Aulia), Kabupaten Banyuwangi (Ipuk Fiestiandani-Sugirah), Kota Blitar (Santoso-Tjutjuk Sunaryo), Kota Semarang (Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu), dan berbagai daerah strategis lainnya mendapat kepercayaan publik dan memperoleh suara dukungan terbanyak dari rakyat.

Khusus untuk Surabaya, PDIP mengapresiasi seluruh masyarakat Surabaya yang menghargai hasil kerja wali kota sebelumnya dan terbukti memiliki semangat daya juang yang kuat layaknya yang diinspirasi oleh kepahlawanan.

“Kami juga meyakini bahwa warga Surabaya memiliki keterikatan sejarah yang kuat dengan Bung Karno yang lahir di kota itu. Sehingga, ketika dikepung oleh kekuatan partai politik, ditambah dengan masifnya politik, serta politik devide et impera, warga Surabaya justru menunujukkan jati diri sebenarnya dengan memilih Eri-Armudji,” ucap Hasto.

Sedemikian pentingnya keberlangsungan kepemimpinan di kota ini, sehingga dirinya sebagai Sekjen PDI Perjuangan meski di masa pandemi, harus turun menyapa warga dan mengkonsolidasikan kekuatan partai hingga lima kali untuk memimpin langsung koordinasi pemenangan Eri-Armudji.

“Ini juga membuktikan bahwa masyarakat Surabaya memang menginginkan kelanjutan kepemimpinan serta program pembangunan yang selama ini dikerjakan oleh Tri Rismaharini. Ini pengakuan atas prestasinya membangun Kota Surabaya selama ini. Dan Eri – Armudji akan melanjutkannya,” tegasnya.

Pun dengan hasil di Banyuwangi, lanjut Hasto, kemenangan Ipuk-Sugirah membuktikan bahwa warga kabupaten itu mengakui kerja keras Bupati sebelumnya, Abdullah Azwar Anas.

“Bagaimana kini Banyuwangi bisa menjadi salah satu destinasi pariwisata internasional selain Bali. Seiring itu, kesejahteraan masyarakat pun meningkat. Dan kerja serta komitmen Anas akan terus dilanjutkan, bahkan semakin disempurnakan oleh Ipuk-Sugirah,” ujar dia.

Terkait keunggulan versi quick count, pihaknya menyerukan kepada seluruh kader partai, khususnya para saksi dari BSPN PDI Perjuangan yang berada di lapangan, untuk terus mengawal proses rekapitulasi dan penghitungan suara.

“Kegembiraan atas cahaya kemenangan jangan sampai menjadi euforia yang membuat kita lengah. Kita harus terus mengawal prosesnya hingga akhirnya resmi diumumkan KPU setempat,” pungkasnya. (goek)

rekening gotong royong