Elektabilitas PDIP Jauh Ungguli Parpol Lainnya

JAKARTA – Dua bulan jelang Pemilu 2019, elektabilitas PDI Perjuangan makin jauh meninggalkan partai politik (parpol) lainnya. Hasil survei lembaga Celebes Research Center (CRC) menyebutkan, elektabilitas PDIP mencapai 24,5 persen.

Dalam surveinya, CRC menyodorkan pertanyaan, jika pileg dilaksanakan hari ini, partai mana yang akan ibu/bapak pilih? “PDI Perjuangan 24,5 persen,” kata Direktur Eksekutif CRC Herman Heizer saat paparan hasil survei di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Posisi berikutnya, Partai Gerindra dengan raihan 12,9 persen, Partai Golkar 10,4 persen, PKB 7,5 persen, PKS 5,0 Partai Demokrat 4,6 persen. Sedang elektabilitas parpol lainnya, tidak sampai empat persen.

“Tidak akan ikut memilih 1,5 persen. Tidak tahu atau tidak menjawab atau rahasia 21,7 persen,” paparnya.

CRC juga melakukan survei atas calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) yang hasilnya, pasangan nomor urut 01, Jokowi – Ma’ruf unggul atas paslon nomor urut 02, Prabowo – Sandi dalam debat perdana pilpres 17 Januari 2019 lalu.

Herman menyatakan bahwa sebanyak 49,1 persen responden menilai debat pilpres yang digelar KPU cukup penting. Kemudian, 25,2 persen responden menilai debat sangat penting, 13,3 persen kurang penting dan 6,4 persen sangat tidak penting. Sedangkan yang tidak tahu atau tak menjawab 6,0 persen.

Dari 1.200 responden yang diwawancara, 50,5 persen menyatakan tidak menyaksikan debat perdana 17 Januari 2019 lalu. Sedangkan yang menonton sebanyak 49,5 persen.

Dari 49,5 responden yang menonton itu sebanyak 45,6 persen menilai visi, misi, program dan kerjanya paling bagus adalah Jokowi – Kiai Ma’ruf. Sebanyak 23,1 persen menilai kedua pasangan sama bagusnya.

Sedangkan 22,7 persen menilai Prabowo – Sandi paling bagus visi, misi, program dan kerjanya. Sebanyak 1,9 persen menilai kedua pasangan sama buruknya. “Yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab 6,6 persen,” kata Herman.

Dari sisi sikap dan cara penyampaian, 45,4 persen menilai Jokowi – Ma’ruf bagus, sedangkan Prabowo – Sandi hanya 28,2 persen. Sebanyak 20,4 persen menilai kedua pasangan sama bagusnya.

Sementara yang menilai kedua pasangan sama buruknya 1,4 persen. Yang menyatakan tidak tahu atau tak menjawab 4,7 persen.

Herman menyatakan sebanyak 47,2 persen responden menyatakan Jokowi – Ma’ruf tampil sebagai pemenang debat tersebut. Sementara yang menilai Prabowo – Sandi sebagai pemenang 25,2 persen.

Sebanyak 20,4 persen menilai kedua pasangan imbang. Dan yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab 7,2 persen.

Menurut Herman, 12,8 persen menilai hasil debat sangat berpengaruh terhadap pemilihan. Sedangkan 42,5 persen menila cukup berpengaruh, 13,0 persen kurang berpengaruh, 25,6 persen tidak berpengaruh sama sekali, serta 6,0 persen tidak tahu atau tidak jawab.

Survei ini melibatkan 1.200 responden, dengan metode multistage random sampling, margin of error 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung menggunakan kuisioner oleh pewawancara. Waktu wawancara lapangan 23-31 Januari 2019. (goek)