Elektabilitas Paslon Lima Bulan Terakhir, JSI: 01 Naik, 02 Turun

JAKARTA – Dukungan terhadap pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 meningkat 0,8 persen dalam waktu lima bulan terakhir,

Bila di bulan Oktober 2018, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin), memiliki tingkat dukungan sebanyak 54,8 persen, maka di bulan Maret 2018, tingkat dukungan naik menjadi 55,6 persen.

Naiknya dukungan kepada pasangan calon petahana itu terungkap dalam hasil survei yang dirilis Jaringan Survei Indonesia (JSI), kemarin.

Jika dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf naik, kondisi sebaliknya terjadi pada pasangan Prabowo-Sandiaga.

Di bulan Oktober 2018, tingkat dukungan terhadap paslon 02 itu ada 30,8 persen, maka pada Maret 2019, tingkat dukungan menjadi 26,1 persen.

“Jadi pasangan nomor urut 02 mengalami penurunan tingkat dukungan sebesar 4,7 persen. Kemudian, tidak menjawab atau rahasia sebanyak 10,6 persen dan tidak tahu atau belum memutuskan 7,8 persen,” kata Direktur Eksekutif JSI Fajar S Tamin, dalan konferensi pers di Jakarta.

Kondisi yang sama juga terjadi pada peta kekuatan pendukung kedua paslon. Dalam lima bulan terakhir ini, pendukung loyal Jokowi-Amin mengalami peningkatan, dari 47 persen di Oktober 2018, menjadi 51,3 persen di Maret 2019.

Sedangkan, pasangan Prabowo-Sandiaga mengalami penurunan, dari 25,3 persen di Oktober 2018 menjadi 24 persen di Maret 2019.

Saat survei dilakukan, ada pendukung yang kemungkinan berubah sebesar 6,3 persen, tidak menjawab atau rahasia 10,6 persen dan tidak tahu atau belum dapat memutuskan 7,8 persen.

“Jadi kedua pasangan masih memiliki peluang untuk meningkatkan peta kekuatan pada pendukung loyal atau strong supporter,” jelas Fajar.

Para responden memiliki sejumlah alasan dalam memilih pasangan capres-cawapres tersebut. Berdasarkan survei, kebanyakan responden memilih karena kepribadian capres-cawapres sebesar 38,3 persen.

Diikuti kemampuan dari capres-cawapres dalam memecahkan masalah di Indonesia 23,3 persen.

Isu yang diangkat oleh capres-cawapres bisa menjawab persoalan di Indonesia saat ini 9,9 persen. Pengalaman dari capres-cawapres dalam pemerintahan 8,2 persen.

Fajar menjelaskan, survei dilakukan pada 3-8 Maret 2019. Survei tersebut memakai teknik multistage random sampling dengan jumlah responden awal 1.220.

Survei itu dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan kuesioner. Margin of error dalam survei ini 2,9 persen dengan kepercayaan 95 persen. (goek)