Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Meroket, PDIP: Efek Debat soal Pertanahan

LAMPUNG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai, unggulnya elektabilitas Jokowi-KH Ma’ruf Amin ketimbang Prabowo-Sandi berdasarkan hasil survei Cyrus Network merupakan efek debat capres.

“Kami lihat setelah debat, rakyat memberikan apresiasi karena mampu membedakan mana yang retorika, mana yang mengakar di dalam kebijakan konkret,” kata Hasto di sela-sela Safari Kebangsaan IX PDI Perjuangan di Lampung, Jumat (1/3/2019).

Menurut Hasto, masyarakat sudah dapat membedakan mana pemimpin yang hanya jago beretorika dan yang betul-betul bekerja. Karenanya, elektabilitas Jokowi sebagai pemimpin yang bekerja nyata kian meroket.

Hasto menilai, kebijakan Jokowi yang berpihak pada rakyat seperti sertifikasi tanah dan serangkaian program kesejahteraan lainnya, mampu menggugah pilihan rakyat. Terlebih, kata Hasto, Jokowi melakukan politik pertanahan dengan membongkar ratusan ribu hektare tanah milik Prabowo Subianto.

“Kebijakan politik pertanahan ternyata betul-betul menjadi kartu yang sangat ampuh yang menghubungkan seluruh pendukung dari Pak Prabowo dan Pak Sandi ke Pak Jokowi. Ini menghadirkan tanah untuk rakyat sertifikasi tanah untuk rakyat tidak bisa diabaikan begitu saja karena inilah program yang selama ini dirindukan oleh masyarakat itu sendiri,” jelas Hasto.

Hasil survei Cyrus Network menunjukkan elektabilitas capres dan cawapres Jokowi – Ma’ruf Amin sebesar 55,2%, sedangkan Prabowo – Sandiaga 36,0%. Survei dilakukan pada 18 hingga 23 Januari 2019. Survei ini dilakukan melalui metode wawancara tatap muka. Total 1.230 orang ditanyai dalam survei ini. Tingkat kepercayaan survei 95% dengan margin of error sebesar 3%. (goek)