Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Makin Tinggi, Sekjen PDIP Minta Kader Tak Terlena

BANDARLAMPUNG – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, elektabilitas calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi semakin tinggi, dilihat dari hasil survei usai debat putaran kedua.

Meski elektabilitas Jokowi-Ma’ruf tak terkejar, Hasto minta kepada kader PDIP tidak terlena dengan capaian tersebut.

“Elektabilitas Pak Jokowi pascadebat kemarin sudah bergeser ke atas jauh di atas Prabowo,” kata Hasto di aula Hotel Sheraton Bandar Lampung, Minggu (3/3/2019).

Menurut Hasto, saat ini perbedaan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf melawan Prabowo-Sandi sudah lebih dari angka 20 persen. Namun, seiring melonjaknya elektabilitas paslon nomor urut 01, maka semakin banyak serangan tajam mengarahnya.

Karena itu, dia berpesan kepada jajarannya untuk memperkuat barisan untuk menangkal serangan hoaks.

“Karena itu kita melihat ketika elektabilitas Pak Jokowi-Amin melesat karena kepercayaan rakyat, maka mulai makin banyak serangan tajam kepada kita. Konsolidasi di Lampung dilakukan sebagai pusat kekuatan di Sumatera,” ujarnya.

Hasto menambahkan, PDIP telah merekrut calon anggota legislatif (caleg) dari berbagai profesi dan kalangan, mulai dari purnawirawan TNI, akademisi, hingga tokoh agama.

Dengan kekuatan tersebut dia yakin PDIP dapat memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Sebelumnya, dia pun menyebut wajar hasil survei Cyrus Network menunjukkan elektabilitas Jokowi -Ma’ruf 55,2 persen selisih jauh dibanding paslon 02 yang hanya 36 persen.

Menurut Hasto, selisih yang jauh itu membuktikan pemilih sudah bisa menilai mana pasangan yang berkualitas dan mewakili rakyat.

“Kami lihat setelah debat, rakyat memberikan apresiasi karena mampu membedakan mana yang retorika, mana yang mengakar di dalam kebijakan konkret,” kata Hasto. Dia menilai kebijakan Jokowi seperti sertifikasi tanah dan serangkaian program lain mampu menggugah pilihan rakyat. (goek)