DPRD Surabaya Sepakati Anggaran UN-Habitat

SURABAYA – DPRD Surabaya akhirnya menyepakati pengajuan anggaran pertemuan persiapan Konferensi Habitat III atau Preparatory Committee Meeting III (Prepcomm III) Juli 2016 oleh pemerintah kota sebesar Rp 30 miliar.

Persetujuan ini diberikan setelah pemkot menjelaskan, anggaran itu nantinya lebih banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur mempercantik Kota Surabaya.

“Kami sudah mendapat penjelasan dari pemkot. Komisi sepakat dengan penggunaan dana Rp 30 miliar tersebut,” kata Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, kemarin.

Menurut Kaji Ipuk, sapaan akrab Syaifuddin Zuhri, meski dibangun untuk menghadapi acara United Nations Human Settlements Programme atau UN-Habitat, pembangunan infrastruktur itu nantinya bersifat permanen.

Artinya, sebut dia, setelah acara UN-Habitat selesai, masyarakat masih bisa menikmati kenyamanannya. Misalnya, pengadaan taman dan jalur pedestrian.

Pihaknya juga menganggap pembenahan itu berdampak positif bagi Surabaya. Sebab, sekitar 3.000 orang dari 167 negara akan menikmati Kota Pahlawan selama seminggu.

Hal tersebut juga dianggap kesempatan baik untuk mempromosikan kota. “Jadi tidak ada masalah, dan wajar kalau akan kedatangan tamu, lalu mau berbenah,” ucap legislator yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Sementara itu, Kabid Fisik dan Prasarana Bappeko Surabaya Gde Dwija Wardhana mengatakan, dana Rp 30 miliar itu bukan hanya untuk pelaksanaan UN-Habitat.

Menurut Dwija, dana itu lebih banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur, yang nilainya mencapai Rp 23,333 miliar. Sedang sisanya sebesar Rp 7,767 miliar untuk penunjang kegiatan UN Habitat.

Pembangunan infrastruktur yang dipilah untuk persiapan UN Habitat, terang Dwija, juga bisa dinikmati masyarakat, sebab pembangunan bersifat permanen. Misalnya, pengadaan taman dan jalur pedestrian. (goek)