DPRD Surabaya Kawal Proyek Sirkuit Standar Dunia

syaifuddin-ZuhriSURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri mengapresiasi dimulainya tahapan pengerjaan sirkuit balap berstandar internasional di kawasan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Sebab, keberadaan sirkuit ini nantinya juga diharapkan bisa mengangkat ekonomi warga sekitarnya.

Menurut Syaifuddin, selama ini olahraga seperti sepak bola difasilitasi. Di beberapa kampung dianggarkan pembangunan lapangan futsal.

Sementara anak-anak muda yang berbakat di bidang balap motor kurang diperhatikan, sehingga banyak terjadi balapan-balapan liar di Surabaya. “Kami sangat setuju, dan Komisi C ikut memperjuangkan sirkuit ini. Kami akan terus mengawal pembangunannya,” kata Syaifuddin, kemarin.

Dengan adanya sirkuit bertaraf internasional ini, lanjut anggota Fraksi PDI Perjuangan itu, diharapkan sudah tidak ada lagi polisi-polisi yang merazia balapan liar. Juga diharapkan tidak ada lagi berita kecelakaan karena balapan liar.

Bakat anak-anak muda Surabaya penggemar balap motor, tambah dia, juga bisa disalurkan dengan baik, tanpa harus mengganggu ketertiban jalan raya.

Tahun ini, ungkapnya, sudah dianggarkan Rp 3 miliar untuk pengurukan lokasi. Di tahun anggaran 2016, jelas dia, juga sudah dianggarkan lagi Rp 16 miliar untuk tahap fisiknya.

“Targetnya, 2018 sudah selesai, dan mulai bisa difungsikan. Keberadaan sirkuit ini bisa menambah PAD Surabaya, dan ekonomi masyarakat ikut terdongkrak,” ujar pria yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya juga segera memulai pengerjaan sirkuit balap di kawasan Gelora Bung Tomo (GBT). Lintasan balap sepanjang 1.100 meter berkelok-kelok itu pengerjaannya direncanakan mulai tahun depan dan ditargetkan selesai 2018.

Berdasarkan hitungan konsultan, total butuh Rp 192 miliar untuk pembangunannya. Proyek ini akan dikerjakan bertahap. Saat ini, Pemkot Surabaya telah menyelesaikan detail engineering design (DED)-nya.

Tidak hanya pembangunan sirkuit, tetapi juga tribun dan kantor ofisial pembalap. “Konstruksinya standar internasional. Ini kami terus berkonsultasi dengan pihak IMI (Ikatan Motor Indonesia),” jelas Kabid Olahraga dan Prestasi Dispora Eddy Santoso, kepada wartawan.

Sebagai rangkaian pengerjaan sirkuit di kawasan GBT tersebut, target pertama Pemkot adalah mengerjakan lintasan drag race. Targetnya, awal tahun depan sudah ada pengerjaan.

Jalur lurus sepanjang 400 meter itu akan dibangun selebar 30 meter, dengan rincian 20 meter untuk lintasan balap dan lima meter di sisi kanan kiri lintasan sebagai antisipasi pembalap ketika terjatuh.

“Mulai pekan depan, proses pengurukan pertama akan dimulai. Dananya menggunakan uang perubahan anggaran keuangan (PAK) Rp 2,7 miliar,” ujarnya. (goek)