DPD Jatim Gelar Haul Bung Karno dan Buka Puasa Bersama

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pembacaan Surat Yasin dan Tahlil memperingati Haul Bung Karno di aula DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sabtu (20/6/2015)

SURABAYA – Terkait Bulan Bung Karno dan menyambut bulan Ramadan, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar peringatan Haul Bung Karno, dan buka bersama (bukber), Sabtu (20/6/2015) sore. Acara di aula kantor DPD Jatim Jalan Kendangsari Industri 57 Surabaya itu tidak hanya diikuti pengurus DPD, tapi juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, para tukang becak, satgas, dan warga sekitar.

Mulai pukul 16.00 WIB, Ustad Kholil yang juga Ketua MWC NU Kecamatan Tenggilis Mejoyo memimpin pembacaan Surat Yasin, dilanjutkan Tahlil bersama. “Pembacaan surat Yasin dan tahlil ini ditujukan khususon untuk arwah Bung Karno, serta ahli kubur kita semua,” kata Kholil.

Menjelang waktu Maghrib, Ust Kholil memberi tausiyah singkat. Intinya, acara haul, seperti Haul Bung Karno ini, sebagai tradisi umat Islam di Indonesia, khususnya dari kalangan Nahdliyin. “Kader PDI Perjuangan paling banyak ya dari kalangan NU,” ujarnya.

Foto-foto Haul dan Bukber, klik: Di Sini

Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim SW Nugroho mengatakan, acara haul tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Bulan Bung Karno yang diperingati selama bulan Juni. Peringatan Bulan Bung Karno ini, jelas Nugroho, secara rutin diperingati kader dan pengurus PDI Perjuangan di kecamatan-kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.

“Seperti DPC Kota Surabaya, minggu lalu mengadakan jalan sehat Bulan Bung Karno di Taman Bungkul. Di tempat lain juga diperingati dengan berbagai kegiatan,” jelas Nugroho.

Menurutnya, Juni ditetapkan sebagai Bulan Bung Karno mengingat bulan tersebut mempunyai 3 hari sejarah tersendiri tentang Soekarno. Di antaranya 1 Juni dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila, 6 Juni sebagai lahirnya Bung Karno dan pada 21 Juni dikenang sebagai hari wafatnya Bung Karno.

“Sebenarnya ini bukan saja untuk intern partai. Namun untuk semua kalangan, untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme yang selama ini telah luntur,” katanya.

Acara haul Bung Karno diakhiri dengan buka puasa bersama, setelah sebelumnya Ust Kholil memimpin Salat Maghrib berjamaah. (goek)