“Dipimpin Ibu Megawati, PDI Perjuangan jadi Partai yang Kuat”

pdip-jatim-jokowi-pidato-rakernas-2016JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasinya kepada PDI Perjuangan. Sebab, sampai di usianya ke-43 tahun ini, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu konsisten sebagai partai ideologis.

Kekukuhan PDI Perjuangan sebagai partai ideologis, sebut Jokowi, akhirnya berbuah manis. Yakni menjadi partai yang kuat dan partai yang sekarang berkuasa di republik ini. “Semua itu terjadi, karena kerja keras Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Jokowi, di awal pidato sambutan pembukaan Rakernas I di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/1/2016).

Di sela pidatonya, presiden yang juga kader PDI Perjuangan itu mempertanyakan anggapan yang menyebut dirinya sebagai presiden tidak tegas. Menurutnya, sejak dilantik menjadi presiden, sampai saat ini dia sudah menunjukkan ketegasannya.

Seperti dalam penindakan kapal-kapal yang melakukan praktik illegal fishing. “Banyak yang menyampaikan Presiden Jokowi itu tidak tegas, tidak pemberani. Mana ada tidak tegas dan tidak berani menenggelamkan sampai 107 kapal,” tandas Jokowi.

Bentuk ketegasan lainnya, sebut Jokowi, juga dilakukan dalam tindak kejahatan narkoba. Pemerintahannya telah menunjukkan ketegasan dalam memberantas peredaran narkoba. Di antaranya melalui hukuman mati.

“Masalah narkoba. Ada yang bilang tidak tegas, ada yang bilang tidak berani. Tapi fakta setahun kemarin, sudah 14 orang dihukum mati,” ujar Jokowi.

Di bidang energi dan pertambangan, mantan Wali Kota Solo itu juga menyebut telah tegas dalam memberantas mafia pertambangan. Yakni dengan membubarkan Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang dinilainya banyak bermasalah.

“Ada yang bilang tidak tegas, tidak berani. Tapi tahun kemarin sudah dibekukan Petral. Kalau tidak diperintah mana menterinya berani,” tegas Jokowi.

Dia mengaku harus berani dan tegas dalam bekerja sebagai seorang presiden. Dia pun harus menerima risiko dalam pekerjaannya. Hal itulah yang selalu ia tekankan kepada para menterinya.

“Memang kita ingin berdaulat, kita ingin berdikari dan berkepribadian. Kalau itu yang dianggap benar, tidak ada kata yang tidak berani. Maka itu saya akan lakukan‎ apapun, dengan risiko apapun itu,” tegasnya.

Selain Jokowi, Rakernas yang mengusung tema “Mewujudkan Trisakti Melalui Pembangunan Nasional Semesta Berencana untuk Indonesia Raya” itu dihadiri tokoh-tokoh penting tanah air. Seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan wakil presiden Try Sutrisno, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama beserta wakilnya Djarot Saiful Hidayat, dan pelaksana tugas Ketua DPR Fadli Zon.

Pembukaan Rakernas juga dihadiri beberapa menteri Kabinet Kerja, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (goek)