Didukung Ribuan Purnawirawan, Jokowi: Soliditas TNI-Polri Kunci Stabilitas Hankam

JAKARTA – Capres nomor urut 01 Joko Widodo menegaskan, kunci stabilitas keamanan dan pertahanan apabila TNI dan Polri solid. Penegasan itu dia sampaikan di sekitar 1.000 purnawirawan TNI-Polri di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).

Kehadiran pensiunan yang sebagian sudah berambut putih, namun masih berbadan tegap itu bukan untuk reuni, atau sekadar bersilaturahim dengan capres petahana tersebut.

Mereka solid untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 yang akan digelar 17 April mendatang. Hal itu dinyatakan secara tegas dalam deklarasi yang dipimpin Laksamana TNI (Purn) Arief Koeshariadi.

Soliditas dua institusi pengawal NKRI yang dikatakan Jokowi di akhir pidatonya itu, seolah-olah memiliki makna lain. Istilah soliditas bisa jadi tak cuma ditujukan bagi mereka yang masih aktif di masing-masing lembaga.

Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan, pada awal menjabat sebagai presiden pada 2014, dia dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menetapkan bahwa fokus pemerintah selama 4 tahun adalah membangun infrastruktur.

Jokowi optimistis pembangunan infrastruktur akan membawa perbaikan ekonomi. Jokowi mengatakan, sejak awal dia ingin ada pemerataan pembangunan, sehingga kesejahteraan tidak boleh hanya dinikmati masyarakat di Pulau Jawa.

Atas hal itu, pembangunan infrastruktur seperti tol, bandara dan pelabuhan dibuat mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. “Kalau saya infrastruktur dulu baru ekonomi. Saya yakini pertumbuhan ekonomi akan mengikuti setelah ada infrastruktur,” kata Jokowi.

Sementara, jika terpilih kembali sebagai presiden di Pilpres 2019, menurut Jokowi, fokus pemerintahannya dalam 5 tahun ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia. Untuk soal ini, sebutnya, akan dia sampaikan secara lebih detail dalam debat capres kedua.

Di acara tersebut, seluruh purnawirawan kompak menggunakan kemeja putih lengan pendek. Di dada sebelah kiri, terpampang logo Jokowi-Ma’ruf dan nomor urut calon presiden 01.

“Kami purnawirawan TNI-Polri menyatakan bahwa dalam semangat dan optimisme kerja nyata, kami dengan bulat mendukung Bapak Jokowi dan Bapak Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden, melanjutkan pembangunan sesuai nawacita kedua,” ujar Arief Koeshariadi saat membacakan deklarasi.

Deklarasi tersebut diwakili sejumlah mantan pimpinan tinggi TNI dan Polri. Beberapa di antaranya yakni, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, Jenderal (TNI) Subagyo HS dan Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh.

Selain itu, hadir juga Laksamana Madya TNI (Purn) Freddy Numberi dan Marsekal (TNI) Agus Supriyatna. Sementara, dari Polri diwakili oleh tiga mantan Kepala Polri. Masing-masing yakni Jenderal Pol (Purn) Roesmanhadi, Jenderal Pol (Purn) Da’i Bachtiar dan Jenderal Pol (Purn) Bimantoro. Laksamana Muda TNI (Purn) Iskandar Sitompul selaku ketua panitia menjelaskan awal mula munculnya gagasan untuk mempersatukan para purnawirawan. (goek)