Didukung Alumni Sekolahnya Sandiaga, Jokowi Diminta Sapu Bersih Korupsi

JAKARTA– Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menghadiri deklarasi dukungan dari para alumni Sekolah Pangudi Luhur (PL), Jakarta. Sekolah ini merupakan almamater daro cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Kehadiran Jokowi di lokasi acara, Energy Building, kawasan SCBD, Jakarta, mendapat sambutan antusias para peserta deklarasi. Mereka meneriakkan nama “Jokowi, Jokowi”.

Dalam acara itu, perwakilan alumni PL menyerahkan sapu kepada Jokowi. Sapu itu sebagai simbol amanah bagi Jokowi menjadi pelayan rakyat Indonesia pada periode jabatan presiden 2019-2024.

“Sapu bersih korupsi dari Indonesia, Pak,” kata perwakilan alumni PL. “Kalau ada yang bandel, ini (sapu) dibalik ya, Pak. Jadi pentungan,” lanjut dia.

Jokowi agak terkejut dengan dukungan yang diberikan alumni sekolah Pangudi Luhur pada Pilpres 2019 mendatang. Sebab, setahu dia, sekolah PL merupakan almamater Sandiaga.

“Tapi kok dukungnya saya?” kata Jokowi yang kemudian disambut sorak sorai sekitar 842 peserta acara.

Jokowi pun berniat menanyakan langsung hal itu kepada para alumni PL di acara ini. Namun, Ketua Alumni Pangudi Luhur Bersatu Rosan Roeslani sudah menjelaskannya terlebih dahulu dalam pidato sebelum Jokowi.

“Tapi kan tadi sudah dijawab Pak Rosan. Jadi saya tidak jadi menanyakan kenapa,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Rosan Roeslani mengungkapkan alasan mengapa para alumni memilih mendukung Jokowi dibanding Sandiaga pada Pilpres 2019. Padahal, Sandiaga merupakan alumni PL juga, sementara Jokowi bukan.

“Ada yang bertanya, kok alumni Pangudi Luhur tidak mendukung cawapresnya yang dari Pangudi Luhur juga?” kata Rosan dalam pidato sambutan. Sontak, peserta acara deklarasi langsung berteriak, “huuuuuuu….”

Rosan mengungkapkan, para alumni PL tidak mendasarkan pilihan politiknya semata-mata karena berasal dari satu latar belakang pendidikan yang sama. Menurut para alumni, capres cawapres mengutamakan kepentingan yang lebih besar daripada latar belakang institusi pendidikan yang sama.

“Kami belajar dari Bapak bahwa jangan mengutamakan kepentingan kelompok. Tapi mengutamakan kepentingan bangsa dan negara,” ujar Rosan.

“Pilihan kami bukan atas kepentingannya institusi Pangudi Luhur sendiri Pak, tapi kepentingan 260 juta rakyat di Indonesia,” lanjut dia.

Usai acara, kepada wartawan, Jokowi mengungkapkan pendapatnya mengenai seperti apa lelaki sejati itu. “Lelaki sejati itu yang berani mengambil risiko,” ujar Jokowi.

Dia mengulangi kembali pernyataannya, “Lelaki sejati berani mengambil risiko. Jangan yang lain.”

Pernyataan Jokowi itu merupakan pertanyaan dari wartawan karena salah satu poin alasan dukungan alumni PL adalah karena Jokowi dianggap sebagai lelaki sejati.

Berikut bunyi kutipan dukungannya, “Jokowi lelaki sejati. Lelaki sejati tidak cengeng. Begitu banyak hoaks, fitnah dan upaya menjatuhkan pribadinya. Tapi Jokowi tetap tegas berdiri untuk memberikan bangsa dan negara ini sebuah solusi.” (goek)