Dibonceng Naik Trail Cek Keamanan Gereja, Risma Sempat Ucapkan Permintaan Maaf

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat ucapakan permintaan maaf kepada petugas Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ainun Musyafaroh, wanita yang membonceng Risma menaiki trail warna pink.

Diketahui, Ainun membonceng Risma untuk mengecek kemanan gereja-gereja yang ada di Surabaya pasca ledakan bom, Senin (14/5/2018).

Saat berkeliling di beberapa gereja, Risma mengimbau agar pihak keamanan bertindak lebih tegas lagi.

“Semua masuk, enggak boleh ada yang kendor. Semua masuk. Mobil jauh parkir dari sini ya, Pak. Tutup semua, tutup rapat. Kunci,” ujar Risma dalam video yang diunggah Senin (14/5/2018).

“Tolong bilangin enggak boleh ada yang di depan. Enggak boleh ada yang nggerombol di depan,” tambahnya.

Sebelum berkeliling, ternyata Risma mengucapkan kalimat permintaan maaf pada Ainun, ‘mbak maaf ya, mbak capek ya.’

“Secara, seorang wali kota sampai bilang maaf, padahal saya hanya karyawan biasa. Saya terharu mendengar kata-kata itu,” jelasnya, dikutip dari Surya.

Ia juga sempat takut, lantaran situasi masih genting dan dia harus membonceng orang nomor satu di Surabaya.

“Awalnya juga takut karena saya bawa orang nomor satu di Surabaya. Tanggung jawabnya kan di saya kalau misal ada apa-apa. Ibuk berani, masa saya tidak berani. Akhirnya saya tancap gas,” imbuhnya.

Setelah ledakan bom di Surabaya, Risma pun mengajak seluruh takmir masjid untuk bertemu guna memberikan pembinaan.

Namun dalam acara tersebut ada satu hal yang membuat orang-orang kaget.

Di tengah-tengah acara, Risma sujud di depan salah satu takmir, untuk meminta maaf karena undangan yang terlalu mepet.

Takmir masjid yang bernama Tohir sebelumnya mempertanyakan ada apa sebenarnya ini, jika acaranya pembinaan maka ada yang salah dengan takmir.

Tohir pun mengaku kaget karena Risma bisa melakukan tindakan tersebut di depannya.

Risma pun kemudian menjelaskan jika pembinaan takmir yang mendadak ini lantaran adanya serangan bom yang melanda Surabaya. (tribunnews)