Diana Sasa Gerakkan Warga Produksi Masker Sendiri

MAGETAN – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih menilai perlu adanya gerakan warga melindungi di saat pandemi virus Corona atau Covid-19.

Gerakan saling melindungi antar-warga itu, seperti dengan cara memproduksi masker dan membaginya kepada tetangga.

Ajakan legislator PDI Perjuangan itu pun sudah disampaikan kepada warga Magetan atau Jawa Timur, pada umumnya.

Menurut Diana Sasa, sapaan akrabnya, saat ini masker medis langka dan harganya mahal.

“Stock yang ada biarlah dipakai petugas medis sebagai garda terdepan penanganan Covid-19. Kita warga yang sehat, pakai masker kain saja,” katanya, Minggu (5/4/2020).

Dia mengajak masyarakat untuk gotong royong membuat masker. Caranya, warga yang punya mesin jahit, bisa membawa mesin jahit ke balai desa. Lalu ajak warga lainnya mengumpulkan kain.

Pemerintah desa memfasilitasi sebagai gerakan bersama memerangi virus Corona itu.

“Kerjakan bersama, makan bersama, guyon bersama, bahagia bersama, dan lindungi warga bersama! Ingat! tetap jaga jarak aman, dan rajin cuci tangan,” tandas pegiat literasi dan penulis tersebut.

Menurut dia, masker kain setidaknya melindungi penggunanya dari partikel kecil, seperti air ludah yang menyembur saat batuk. Itu sebabnya, dia mengajak masyarakat bergerak sebelum terlambat.

Sasa yakin jika warga bergerak bersama dengan membikin masker, penyebaran Covid-19 bisa dihambat. Termasuk, menghentikan caci maki terhadap pemerintah, dan partai, terkait dengan penanganan virus Corona.

“Ini saatnya melakukan sesuatu yang nyata. Kamu bisa kok bikin satu saja masker dan berikan ke tetanggamu yang tidak punya. Hanya soal kamu mau atau tidak bergerak,” ucapnya.

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri ini, Diana Sasa juga mengimbau agar pemerintah desa di Magetan atau di wilayah Jatim agar menganggarkan dana desa untuk memproduksi masker kain.

Lalu, mengajak warganya bergotong royong memproduksi masker kain dalam rangka melawan penyebaran virus Corona. “Ini melindungi diri sendiri dan tetangganya, sehingga Magetan dan Jatim aman dari wabah Covid-19,” ucapnya. (goek)