Di Tiga Provinsi Ini, Elektabilitas Jokowi Makin Menguat

SURABAYA – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, elektabilitas Jokowi semakin menguat di beberapa daerah di Indonesia. Padahal, pada Pemilu 2014 lalu, elektabilitas Jokowi di daerah tersebut terbilang rendah.

“Berdasarkan Pemilu 2014 yang lalu, ada pergeseran persepsi yang semakin positif kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf,” ujar Hasto dalam konferensi pers Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TKN di Hotel Empire Palace, Surabaya, Sabtu (27/10/2018).

Salah satunya adalah Provinsi Jawa Barat. Hasto mengatakan, ada dua penyebab mengapa elektabilitas Jokowi naik di provinsi tersebut.

Pertama, masyarakat sudah mulai terbuka matanya terhadap kinerja Jokowi selama menjadi presiden RI empat tahun terakhir. “Masyarakat (Jawa Barat) sangat memahami bagaimana perhatian Pak Jokowi dengan prinsip kerja, kerja dan kerja untuk Indonesia,” ujar Hasto.

Kedua, yakni dengan mengalirnya dukungan dari sejumlah tokoh penjaring suara di Jawa Barat. Antara lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mantan gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, politisi PDI Perjuangan TB Hasanudin, mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi hingga politisi senior Golkar Ginanjar Kartasasmita.

Selain di Jabar, elektabilitas Jokowi juga naik di Sulawesi. Kenaikan ini, menurut Hasto, disebabkan kerja pemerintah dalam penanggulangan dampak bencana alam di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

“Demikian pula Banten. Seperti kita ketahui, Kiai Ma’ruf adalah tokoh yang sangat mengakar di basis suara di mana sejarah pergerakan Islam sangat kuat. Di Banten, beliau memang tumbuh menjadi seorang ulama besar,” ujar Hasto.

Adapun di daerah-daerah yang pada Pemilu 2014 elektabilitas Jokowi sudah tinggi, TKN tetap mengelolanya dengan baik. Sumatera misalnya, para sekretaris jenderal partai politik pendukung secara periodik selalu mengunjungi daerah itu untuk meresmikan simpul relawan atau kelompok pemenangan.

“Jadi, kami ini terus berbagi tugas supaya menunjukkan bahwa seluruh parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf solid bersama relawan,” ujarnya.

Rakernas TKN resmi dibuka Ketua Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma’ruf sekaligus Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dengan simbolisasi pemukulan gong. Turut mendampingi Kalla saat memukul gong, yakni Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua TKN Erick Thohir.

Dalam pidatonya, Kalla berpesan, Rakernas TKN ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk merancang strategi dan taktik demi memenangkan Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019.

“Tim harus mempersiapkan. Kalau tim sukses kurang, tentu akan menimbulkan masalah ya,” ujar Kalla.

Dia mengatakan, kompetisi dalam pemilu sama dengan permainan bulutangkis. Pemain harus mempersiapkan strategi agar tetap tampil prima dan segala pukulan tepat sasaran seluruhnya.

“Kita bisa dapat poin apabila smash kita betul-betul tepat sasaran dan bola tidak bisa diambil lawan. Tapi kalau smash kita nyangkut di net, atau out, poin diambil lawan. Artinya, pemenang adalah pemain yang memukul dengan baik dan tidak membuat kesalahan,” ujar Kalla.

“Setiap kesalahan kita adalah poin untuk lawan dan setiap kesalahan lawan adalah poin bagi kita,” lanjut dia.

Rakernas TKN Jokowi-Ma’ruf dihadiri lebih dari 1.100 orang yang terdiri dari tim kampanye nasional dan tim kampanye daerah kota/ kabupaten. Kelompok relawan Jokowi-Ma’ruf juga hadir dalam Rakernas ini.

Jokowi dijadwalkan hadir pada Minggu (28/10/2018) pukul 09.00 WIB. Adapun, Rakernas ditutup oleh cawapres nomor urut 1 Ma’ruf Amin pada Minggu pukul 11.30 WIB. (goek)