Di Sidang MK, Saksi Jokowi-JK Keluhkan Suara Nol di Sampang

saksi pdip jatimJAKARTA – Saksi Joko Widodo-Jusuf Kalla tingkat Provinsi Jawa Timur, Didik Prasetyono, mengeluhkan suara nol yang didapatkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden tersebut di 17 tempat pemungutan suara di Ketapang Barat, Ketapang, Sampang, Jawa Timur. Menurut Didik, kejadian tersebut sangat janggal dan tidak masuk akal.

“Di Sampang ada 17 TPS yang suara kita nol di Desa Ketapang Barat. Jokowi-JK dapat nol,” kata Didik dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di ruang sidang pleno Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2014) sore.

Selain jumlah suara nol, kejanggalan lain di 17 TPS itu adalah seratus persen atau semua orang yang terdata dalam daftar pemilih tetap ikut mencoblos. Didik mengatakan, kejanggalan tersebut sudah dilaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas Pemilu setempat.

“Kami interupsi dan dijanjikan buka kotak untuk mengambil C7. Jadi dibawa ke Surabaya kotaknya. Tidak ada penghitungan ulang, yang ada hanya cocok tidak DPT 100 persen hadir dengan C7 yang ada dalam kotak,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap formulir C7, terdapat hal yang cukup mengejutkan “Ternyata 121 orang yang sudah meninggal tercatat di C7. Waktu itu ada Komisioner Bawaslu, Pak Nelson Simanjuntak, tapi sudah tanggal 19, sudah lewat waktu untuk pemungutan suara ulang. Jadi ini kami sampaikan ke MK,” ujarnya.

Sidang itu digelar karena gugatan pemohon dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang menuding KPU telah bertindak curang secara terstruktur, sistematis, dan masif. Salah satu hal yang dipersoalkan oleh Prabowo-Hatta adalah jumlah perolehan nol suara yang mereka dapatkan di sejumlah TPS di Papua. Kompas