Di Nairobi, Risma Terima Penghargaan Scroll of Honour dari PBB

NAIROBI – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan dari badan PBB, UN-Habitat, Senin kemarin. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara World Habitat Day di Markas PBB di Nairobi, Kenya.

World Habitat Day 2018 dihadiri sekitar 500 undangan dari perwakilan negara-negara anggota UN-Habitat, NGO dan pejabat-pejabat teras Kenya.

Risma terpilih dari 50 kandidat penerima penghargaan tahun ini. Dia dianugerahi penghargaan atas kebijakan tata kota Surabaya yang dinilai UN-Habitat sebagai kebijakan yang people-centred dan inklusif bagi seluruh masyarakat, sehingga tidak ada penduduk berpendapatan rendah (low income) yang merasa tertinggal.

Poin pencapaian Risma lainnya yang dipuji UN-Habitat adalah kebijakannya dalam manajemen limbah padat dan keberhasilannya dalam mendorong masyarakat untuk mengurangi dan mendaur-ulang limbah rumah tangga.

Upacara penyerahan penghargaan dibuka dengan mengheningkan cipta bagi korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, yang dipimpin langsung oleh Presiden Kenya, Y.M. Uhuru Kenyatta. Presiden Kenyatta didampingi oleh Maimunah Mohd Sharif, Direktur Eksekutif UN-Habitat menyerahkan penghargaan kepada lima pemenang.

Dalam pidatonya, Risma mengungkapkan bahwa jajarannya membina masyarakat yang tinggal di kampung atau perumahan untuk mengelola sampah organiknya dengan metode composting sederhana. Sementara sampah anorganik dipilah dan dibawa ke Bank Sampah yang tersedia di kampung-kampung.

“Reduce, Reuse, Recycle adalah konsep yang kami usung dan telah berhasil mengubah mindset masyarakat sehingga mereka sekarang menilai sampah sebagai barang berharga,” kata Risma.

Atas inisiatif kebijakannya dan dukungan dari masyarakat, Risma menyatakan bahwa kini telah terjadi penurunan volume sampah yang masuk ke TPA sejumlah 10% dan Surabaya kini memiliki indeks kualitas udara yang lebih baik, serta penurunan signifikan atas banjir.

The UN-Habitat Scroll of Honour adalah salah satu penghargaan paling prestisius yang diberikan untuk pihak-pihak, baik individu, kota atau organisasi, yang telah menunjukkan kepemimpinan dan kontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan perkotaan dan memberi perhatian khusus pada kondisi kaum miskin dan telantar.

UN-Habitat sendiri adalah lembaga PBB yang berfokus pada program dan masalah pemukiman manusia dan pembangunan kota yang berkelanjutan.

Selain Risma, terdapat 4 pemenang penghargaan lainnya, di antaranya Dr. Mona A. Serageldin (Institute for International Urban Development, Amerika Serikat), Isaac Muasa (Mathare Environmental Consevation Youth Group, Kenya), The Institute of Physical Planning, Kuba, dan Xuzhou City, China. (goek)