Di Banyuwangi, Warga Satu Kampung Idolakan Jokowi

penjual jamu gendong-baliho jokowiBANYUWANGI– Selembar spanduk bergambar calon presiden dan calon wakil presiden dari poros koalisi PDI Perjuangan Joko Widodo-Jusuf Kalla tersebut terbentang di atas gapura Kelurahan Temenggungan, Banyuwangi, Jawa Timur. Spanduk itu menjadi penanda daerah yang ditetapkan warganya menjadi kampung pendukung calon urut nomor dua itu.

Sepanjang jalan masuk kampung, berderet umbul-umbul dan ratusan bendera PDIP dan Partai Nasional Demokrat yang menjadi partai penyokong Jokowi-Jusuf Kalla. Di tengah kampung warga mendirikan sebuah posko berukuran 3 x 2,5 meter yang penuh bercat merah. “Ini semua dikerjakan dan dibiayai oleh warga,” kata Slamet Utomo, salah satu relawan Jokowi-Jusuf Kalla, Kamis 12 Juni 2014.

Slamet bercerita, warga bersepakat kampungnya menjadi kampung Jokowi sejak 4 Juni 2014. Disebut demikian, karena 99 persen dari 2.789 jiwa penduduknya mengidolakan Jokowi. Bahkan dalam setiap Pemilu, partai bermoncong putih selalu unggul di kampung yang bersebelahan dengan Pendopo Kabupaten Banyuwangi ini.

Warga, kata Slamet, secara sukarela menyumbang kebutuhan kampung Jokowi. Mulai bambu, tenda, cat, baliho, serta berbagai makanan. Setiap hari, posko Jokowi juga penuh dengan warga dan relawan yang berdikusi tentang perkembangan kampanye terkini. “Setelah liat tv, kami berdiskusi di posko,” kata Slamet.

Ribut Sugiyanto, salah satu warga Temenggungan, mengatakan, dia mengidolakan Jokowi karena sederhana. “Jokowi sering turun ke masyarakat,” kata wiraswasta ini. Menurut dia, banyaknya kampanye hitam yang menjelekkan Jokowi tidak menggoyahkan pilihannya. “Kampanye hitam hanya di tingkat elit, pilihan kami tetap Jokowi,”katanya.

Susiyati, warga lainnya, mengatakan, mengidolakan Jokowi sejak dia menjadi Walikota Solo. Menurutnya, Jokowi berasal dari orang biasa sehingga dianggap mampu memecahkan permasalahan masyarakat. “Jokowi itu kalau pidato ndak pernah muluk-muluk,” katanya.

Senada dengan Ribut, Susiyati pun tidak terpengaruh dengan banyaknya kampanye hitam yang menyerang Jokowi. “Pilihan saya sudah mantap,” kata ibu rumah tangga ini.

Redaktur : Farah Alighazni

Sumber: dakta

Foto: Penjual jamu yang tergabung dalam Paguyuban Mbakyu Jamu Gendong melintas di depan poster Jokowi saat melakukan aksi dukungan kepada Capres-Cawapres, Jokowi-Kalla saat car free day di Bundaran HI, Jakarta (08/06). TEMPO/Dasril Roszandi