Dewanti: Inovasi Syarat Mutlak Pemilihan Kasek

BATU –Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengungkapkan, selama ini pemilihan kepala sekolah (kasek) selalu didasarkan pada senioritas dan kenaikan pangkat. Padahal ada nilai penting yang harus dilihat dalam proses pemilihan kepala sekolah, yakni apakah kepala sekolah tersebut memiliki Inovasi atau tidak.

Hal ini diungkapkan Dewanti saat membuka kegiatan Perencanaan Program Inovasi dengan Kota Batu di Gedung Among Tani Pemkot Batu, kemarin.

Dewanti mengaku gembira dengan hadirnya Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) kemitraan antara Pemerintah Indonesia dengan Australia di bidang pendidikan dasar. Khususnya kelas awal (kelas 1, 2, 3 SD dan MI) untuk peningkatan dalam bidang literasi, numerasi, dan inklusi.

“Saya senang hadir di kegiatan ini, karena kegiatan ini mengingatkan saya bahwa inovasi itu mutlak diperlukan tidak hanya di dunia pendidikan, namun di seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” kata Dewanti.

Kegiatan ini, sebutnya, memberinya inspirasi bahwa sebaiknya dalam memilih kepala dinas, kepala sekolah, atau pemimpin yang lain, harus melihat aspek inovasi yang mereka lakukan.

Misalnya ada calon kepala sekolah lulusan S-3 tetapi tidak memiliki Inovasi sama sekali, di sisi lain ada calon kepala sekolah lulusan S-1 namun memiliki banyak Inovasi.

“Saya akan lebih memilih kepala sekolah yang banyak memiliki inovasi. Menurut saya Inovasi sangat penting sehingga kepala sekolah tersebut bisa menyusun strategi inovasi untuk kemajuan sekolahnya,” ujar wali kota yang juga kader PDI Perjuangan ini.

Di Kota Batu sendiri Program INOVASI yang bekerja di SD dan MI, diawali dengan melakukan riset mendalam dan menyeluruh dalam rangka menggali praktik baik dalam bidang pendidikan.

Menurut Basilius Bengoteku, Senior Subnational Implementation Adviser INOVASI Jakarta, hasil riset yang dilakukan oleh Program INOVASI di Kota Batu menemukan banyak praktik baik pendidikan khususnya dalam kepemimpinan kepala sekolah. Yang menonjol adalah kepemimpinan Kepala SDN Punten 1 dan SDN Sumbergondo 2.

Itulah mengapa dalam implementasi Program INOVASI ke depan, Kota Batu akan berfokus pada kepemimpinan yang baik dari kepala sekolah (leadership) sehingga sekolah berkembang dengan baik.

“Kota Batu sudah memiliki potensi para kepala sekolah yang hebat dan membuat gebrakan inovasi sehingga sekolahnya berkembang dengan sangat baik. Potensi-potensi tersebut hendaknya ditularkan di sekolah-sekolah lainnya sehingga pendidikan di Kota Batu ini bisa menjadi acuan untuk kabupaten kota sekitarnya,” jelasnya.

Langkah awal yang akan dilakukan dalam implementasi Program INOVASI ini adalah melatih fasilitator daerah terkait kepemimpinan kepala sekolah yang baik (leadership) di akhir September nanti.

Harapannya di akhir 2019, implementasi program telah terlihat hasilnya yang dibuktikan dengan banyak munculnya praktik-praktik baik di dalam pendidikan. (sa)