Desainer Kelas Dunia Kagumi Sosok Risma

pdip jatim - desainer diana bersama rismaSURABAYA – Desainer muda yang namanya mulai mendunia setelah meraih penghargaan di Couture Fashion Week, di New York Amerika Serikat, Diana Muljono Putri merasa bangga saat Calon Wali Kota Tri Rismaharini mengunjungi rumahnya, Selasa (6/10/2015).

Diana mengungkapkan, kebanggaan yang dia rasakan melebihi saat dirinya memenangi event bertaraf internasional Couture Fashion Week, 11 September 2015 lalu. “Senang banget dikunjungi Ibu (Risma). Ini melebihi kemenangan saya waktu itu,” ungkap Diana, di sela menerima kunjungan Risma di rumahnya di kawasan Dharma Husada Indah.

Sebenarnya, dia telah lama mengagumi sosok wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. Selain, wise (bijaksana), humble (ramah), Diana menilai Risma juga sederhana, dan decision maker.

“Saya kagum banget dengan Ibu. Saya merasa terhormat Ibu bisa datang ke sini,” ungkap Diana, kepada Risma.

Tri Rismaharini ternyata pemerhati fashion. Hal itu terlihat selama di rumah Diana. Calon wali kota yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada Surabaya 2015 itu menyatakan kagum dengan hasil karya kreatif warga Kota Pahlawan tersebut.

“Ini (hasil Karya ) luar biasa, kebetulan saya suka memperhatikan fashion,” ungkap Risma.

Dia mengakui, hasil karya Diana dalam mendesain tak kalah dengan desainer lainnya di Indonesia, bahkan luar negeri. Risma mengaku bangga dengan prestasi Diana Muljono Putri, dan berharap Surabaya bisa melahirkan para desainer muda yang produknya luar biasa.

“Selama ini kan untuk fashion identik dengan Jakarta. Ke depan, saya punya cita-cita Surabaya juga bisa menjadi Kota Fashion,” terangnya

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menambahkan, jika industri kreatif seperti fashion berkembang di Surabaya, dampaknya sangat positif terhadap dunia kerja. Pasalnya, untuk menyelesaikan satu desain, membutuhkan keterlibatan beberapa orang dalam satu tim.

“Di industri kreatif ini kan butuh pekerja banyak, seperti bagian bordirnya kemudian bahan-bahannya,” terangnya

Dia yakin industri kreatif di Kota Pahlawan ini akan terus berkembang, dengan syarat, para desainer mempunyai keberanian dan percaya diri bisa berprestasi bukan saja di tanah air, melainkan juga di dunia internasional.

“Saya yakin desainer Surabaya akan bangkit dan berkembang menjadi besar,” tegas peraih Doktor Honoris Causa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Cawali yang berpasangan dengan Calon Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana tersebut mengungkapkan, sebenarnya di Surabaya memiliki agenda pagelaran fashion, yang diberi nama Surabaya Fashion Week. Dengan keterlibatan Diana dalam event tersebut, diharapkan bisa mengangkat nama Surabaya dan Indonesia. Bahkan, kegiatan tersebut bisa menjadi agenda fashion dunia.

“Mudah-mudahan, dengan Surabaya Fashion Week ini, Mbak Diana bisa mengangkat nama Indonesia. Dan Surabaya bisa menjadi agenda fashion dunia,” harap Risma.

Sementara itu, Diana berharap dunia fashion di tanah air terus bisa berkembang. Pasalnya, banyak potensi yang bisa digali dari kekayaan alam yang ada di Indonesia.

“Jangan kalah dengan desainer luar (negeri). Banyak yang bisa kita explore, kain, filosofi semuanya bisa jadi inspirasi,” ujarnya.

Dia mengaku, terjun ke dunia fashion sejak 7 tahun lalu. Diana bersyukur dengan kemenangannya di ajang internasional, lalu bisa mengangkat nama Surabaya.

Dalam ajang Couture Fashion Week, desainer asal Indonesia yang mengikuti hanya 3 orang. Yakni dirinya, Anisa Hasibuan, dan Safira. Sementara desainer lainnya berasal dari 50 negara. (goek)