Deklarasi Rejo Gresik, Kiai Robbach: NU akan Hancur Kalau Jokowi-Ma’ruf Kalah

GRESIK – Pendukung pasangan Capres-Cawapres nomor 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin menggelar deklarasi Relawan Jokowi (Rejo) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gresik di kediaman KH. Robbach Ma’sum, Jalan Kalimantan Gresik Kota Baru (GKB), Sabtu (13/10/2018).

Deklarasi DPC Rejo Gresik ini dihadiri sejumlah tokoh dan partai pendukung Jokowi-Ma’ruf, baik Kabupaten Gresik maupun Jatim. Selain KH. Robbach Ma’sum selaku tuan rumah, deklarasi itu turut dihadiri KH. Mahfud Ma’sum, KH. Kholil Burhan, Ketua Golkar Ahmad Nurhamin, Ketua PKB Moh. Qosim, Ketua PDIP Siti Muafiyah dan Sekretaris Mujid Riduan, serta Ketua RGS Indonesia Muslih Hasyim.

Juga hadir, Ketua DPC Rejo Gresik KH. Fauzi Nurhadi, dan Ketua DPW Rejo Jatim Kelana Aprilianto.

Fauzi Nurhadi menyatakan, deklarasi Rejo ini dihadiri 16 PAC se-Kabupaten Gresik. “Sedianya diundang 18 PAC se-kabupaten, namun minus Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean. Target kami, 18 kecamatan menang,” katanya.

Karena itu, setelah deklarasi ini, ia meminta agar semua PAC Rejo turun dan berjuang untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Dukungan ke Jokowi-Ma’ruf tak boleh hanya ramai di medsos, di media massa, di WA, dan lainnya. Tapi harus turun,” tegasnya.

“Ajak semua bergerak agar Jokowi-Ma’ruf yang didukung menang dan bisa membawa kesejahteran semua. Target kami 70 persen kemenangan,” paparnya.

Sementara KH Robbach Ma’sum selaku Dewan Penasehat DPC Rejo mempersilakan para relawan untuk menggunakan rumahnya sebagai tempat perjuangan memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

“Saya hanya punya rumah. Semua itu teman-teman yang punya program. Saya hanya di belakang. Saya hanya membantu doa agar Jokowi-Ma’ruf menang telak di Gresik,” katanya.

Ia berpesan kepada Rejo agar memperjuangkan kemenangan Jokowi-Ma’ruf dengan cara yang baik. “Jangan mencaci orang. Belum tentu kita lebih baik dengan yang dicaci,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Kiai Robbach juga berpesan khusus kepada warga NU agar kompak memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf. “Sebab kalau Jokowi-Ma’ruf kalah, maka NU akan hancur,” katanya.

Menurut mantan Bupati Gresik ini, rival Jokowi-Ma’ruf sejatinya adalah anak-anak dan cucu orang-orang yang memusuhi NU.

“Karena itu, Pilpres ini bukan persaingan Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi saja, tapi NU dan non NU. Untuk itu, saya minta kader NU agar bergerak untuk kemenangan NU. Ada Pak Nurhamim, dia NU sak entut-entute. Ada Pak Qosim. Insya Allah dengan kekompakan NU, Jokowi-Ma’ruf menang,” terangnya.

“Kalau Jokowi-Ma’ruf kalah di Pilpres, maka bagaimana nasibnya NU? Mereka akan mudah membunuh NU dengan kekuasaannya. Jangan sampai kalah dengan yang lain,” pungkasnya.

Sementara Ketua DPW Rejo Jatim, H. Kelana Aprlianto berterima kasih kepada Rejo Gresik. khususnya KH Robbach Ma’sum yang sudah menyediakan rumahnya sebagai tempat perjuangan DPC Rejo Gresik.

Menurutnya, deklarasi Rejo ini bagian dari upaya untuk mewujudkan program Jokowi yang belum rampung di periode 1 (2014-2019), seperti pembangunan tol, dan sejumlah bangunan lainnya di Indonesia. “Target JM menang 70 persen di Indonesia. Saya yakin Gresik lebih 70 persen,” pungkasnya. (bangsaonline)