Dari Ajudan Presiden Soekarno sampai Ketua MPR

Sidarto DanusubrotoOPA kelahiran di Pandeglang, Banten, pada 11 Juni 1936 ini, mengawali karirnya dari kepolisian di era Presiden Soekarno dengan pangkat terakhir Irjen Pol. Sidarto juga pernah menjadi ajudan Presiden Soekarno saat peralihan kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru di tahun1967-1968. Sementara di kepolisian sendiri dia sempat menjabat dua kali sebagai Kapolda.Kadispen Polri (1975-1976), dan Kapolda Jawa Barat (1988-1991). Selain itu, Sidarto juga sempat menjadi Kepala Interpol (1976-1982), dan Anggota DPR RI (1999-2014).

Sidarto pernah mengenyam pendidikan di SDN Yogya 1948, dilanjutkan ke SMPN 1 Yogya 1952 dan SMA Negeri VI Yogyakarta 1955. beliau merupakan alumni Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta 1962, Ujian Negara Sarjana Hukum 1965, SESKOPOL 1969-1970, SESKOGAB Bandung 1977.

Kendati dikenal sebagai politisi yang santun, mantan Kapolda Jawa Barat ini dikenal sangat keras dan tegas menyikapi hal-hal yang menyangkut kedaulatan negara. Hal itu tidak lepas pergulatan panjang “manusia tiga zaman” ini dalam mengabdi kepada negara. Di era Orde Lama, Sidarto menjadi ajudan Presiden Soekarno hingga di akhir kekuasaan Soekarno (1967-1968). Pada era kekuasaan Soeharto, di kepolisian sendiri Sidarto sempat menjabat dua kali sebagai Kapolda. menjabat sebagai Kadispen Polri Sumatra Bagian Selatan (1975-1976) dan Kapolda Jawa Barat (1988-1991).

Setelah pensiun, dia terjun di bidang swasta. Sidarto baru aktif di dunia politik dan menjadi anggota DPR selama tiga periode sampai sekarang pada 1998. Dia bergabung dengan PDI Perjuangan dan menjadi anggota DPR sejak tahun 1999 sampai sekarang.

Sidarto berkesempatan menjadi anggota pansus berbagai perundang-undangan yang berhubungan dengan pertahanan dan keamanan. Di antaranya, UU Kepolisian (UU 2/2002), UU Pertahanan (UU 3/2002), UU TNI (UU 34/2004), bahkan menjadi Wakil Ketua Pansus UU Anti Terorisme (UU 15/2000).

Tidak saja konsisten mengusung isu kedaulatan negara, Sidarto memiliki perhatian khusus dalam masalah penegakan hak asasi manusia. Tidak salah jika, Sidarto dipercaya sebagai Ketua Pansus Peradilan HAM Ad-Hoc (UU 26/2000) dan Ketua Pansus RUU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi/KKR (UU 27/2004).

Sidarto Danusubroto adalah tokoh kepolisian Indonesia. Namanya mencuat setelah ditunjuk menjadi Ketua MPR RI menggantikan alm. Taufiq Kiemas. Ia ditunjuk oleh Megawati Soekarno Putri untuk mengemban jabatan tersebut. Sidarto akan meneruskan masa tugas Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR sampai tahun 2014.

Terpilihnya Sidarto bukan lah tanpa alasan. Dia merupakan politisi paling senior. Di usianya yang ke-77, dia merupakan Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Kehormatan. Dia juga adalah Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan penunjukan Sidarto Danusubroto untuk menggantikan Taufiq Kiemas menjadi Ketua MPR disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan silaturahmi dengan empat pimpinan dan ketua-ketua fraksi MPR di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis 4 Juli 2013. Penunjukan itu dilakukan setelah melalui pertimbangan matang. Tjahjo mengatakan keputusan itu kemudian disampaikan resmi melalui Fraksi PDI Perjuangan di MPR kepada Pimpinan MPR sesuai tata tertib.

sidartoPertemuan itu juga dihadiri Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani, dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan di MPR Yasona Laoly. Sidarto meneruskan masa tugas Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR sampai tahun 2014.

Penunjukan Sidarto sebagai Ketua MPR itu dituangkan dalam Surat Keputusan DPP PDIP tertanggal 3 Juli 2013 nomor 3981/in/dpp/VII/2013 untuk memenuhi Surat Pimpinan MPR nomor MJ020/1/2013 tanggal 19 Juni 2013 tentang pemberitahuan nama pengganti Ketua MPR yang ditandatangani oleh 4 Wakil Ketua MPR, yaitu Hajriyanto Y Thohari, Melani Leimena, Ahmad Farhan Hamid, dan Lukman Hakim Saifuddin.

Sidarto dikenal sebagai sosok politisi senior yang energik. Sebagaimana dikemukakan Puan Maharani seusai acara pembekalan caleg PDI Perjuangan di Senayan, Jakarta(4/7/2013), selain kesenioran, Sidarto juga dianggap sudah sangat paham akan ideologi dari PDI-P, pandai membawakan dirinya secara baik dan benar dalam rangka meneruskan cita-cita Ketua MPR yang lama.

Menyikapi penunjukannya sebagai Ketua MPR, Sidarto mengatakan itu adalah amanah yang harus dijalankan. Pensiunan Irjen Pol kelahiran Pandeglang, Banten, 11 Juni 1936 itu berkeyakinan akan dapat bekerja sama dengan empat pimpinan MPR lainnya dan tak butuh waktu banyak untuk beradaptasi menyatukan visi dan misi memimpin MPR. Dia sendiri mengaku sudah mengenal para pimpinan MPR lainnya (Hajriyanto Y Thohari, Melani Leimena Suharli, Lukman Hakim Saifuddin, dan Farhan Hamid).

Anggota Komisi I DPR dan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR serta Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Kehormatan itu berjanji berusaha menggantikan Taufiq Kiemas sebaik mungkin. Sidarto mengakui akan menjadikan sikap Taufiq yang dikenal ramah terhadap semua kalangan dan dianggap sebagai sosok pemersatu golongan tua dan muda, sebagai sumber inspirasinya dalam memimpin MPR.

Wakil Ketua MPR dari fraksi Demokrat Melani Leimena Suharli menilai sosok Sidarto Danusubroto tepat untuk menjabat sebagai ketua MPR menggantikan Taufiq Kiemas. “Beliau itu senior dan berpengalaman, kita lihat CV beliau memadai sebagaimana seperti almarhum Pak TK,” kata Melani di Kompleks Parlemen, Jakarta (5/7/2013). Melani berharap Sidarto mampu menjadikan MPR sebagai lembaga yang penuh dengan orang-orang berjiwa negarawan, seperti yang telah dilakukan oleh Taufiq Kiemas. Tokohtokoh.com