Coblosan Kurang 12 Hari, PDIP Masih Kokoh di Posisi Puncak

JAKARTA – 12 Hari jelang coblosan Pemilu 2019, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbarunya tentang elektabilitas partai politik peserta pemilu legislatif (pileg). Partai Politik nomor urut 3, PDI Perjuangan masih kokoh di puncak dan memenangi pemilu pada 17 April depan.

“PDI Perjuangan di posisi pertama dengan 24,6 persen,” kata peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar dalam konferensi pers di Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2019).

Survei dilakukan di 34 provinsi dengan metode multistage random sampling pada 18-26 Maret 2019 dengan 1.200 responden. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2,8 persen.

LSI Denny JA melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisis survei. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

Rully mengatakan PDIP potensial menjadi juara pada Pemilu 2019. Posisi PDIP selalu di posisi pertama sejak survei bulan Agustus 2018 sampai Maret 2019.

“PDIP potensial menjadi juara di Pemilu 2019. Survei LSI Denny JA, sejak Agustus 2018 hingga Maret 2019, menunjukkan bahwa PDIP tetap konsisten di posisi pertama elektabilitas partai politik. Dan PDIP adalah satu-satunya partai politik yang hingga saat ini elektabilitasnya melampaui angka 20 persen,” tutur Rully.

“Gerindra dan Golkar bersaing untuk posisi kedua. Jika caleg Golkar lebih efektif dibanding caleg Gerindra, Golkar dapat merebut posisi kedua,” sambungnya.

Di survei LSI kali ini, Gerindra 13,4 persen, Golkar 11,8 persen, Demokrat 5,9 persen, PKB 5,8 persen

Rully menambahkan, setidaknya ada lima parpol yang masih butuh kerja ekstra bila ingin lolos parliamentary threshold (PT) 4 persen. Kelima parpol itu adalah NasDem, PKS, PPP, PAN, dan Perindo.

“Perolehan kelima partai ini peluang lolos dan tak lolos yang sama besarnya,” ungkap dia.

Dalam survei LSI juga disebutkan, hanya 25,8 persen publik menyatakan mengenal caleg yang dipilih, sementara 70,6 persen menyatakan tidak mengenal caleg yang akan dipilih.

“Meski faktor caleg cukup penting dalam menopang posisi dan dukungan partai politik, tak banyak caleg yang mampu menopang suara partai politik,” sebutnya.

Rully Akbar mengatakan, faktor caleg atau figur yang dicalonkan di setiap daerah pemilihan punya kontribusi besar terhadap posisi dan dukungan partai politik.

Pemilih lebih mempertimbangkan untuk memilih caleg daripada hanya memilih partai politik saja.

Sebanyak 60.3 % publik menyatakan, lebih mempertimbangkan memilih caleg yang dikenal dalam pemilu nanti. Hanya 26.6 % publik menyatakan lebih mempertimbangkan memilih partai politik.

Berikut hasil terbaru survei LSI Denny JA terkait elektabilitas parpol peserta Pemilu 2019:

PDIP: 24,6%

Gerindra: 13,4%

Golkar: 11,8%

Partai Demokrat: 5,9%

PKB: 5,8%

Perindo: 3,9%

PKS: 3,9%

PAN: 3,1%

PPP: 2,9%

Nasdem: 2,5%

Hanura: 0,9%

Partai Berkarya: 0,7%

PBB: 0,2%

PSI: 0,2%

PKPI: 0,1%

Garuda: 0,1%

(goek)