Cita-cita dan Gagasan Bung Karno Selalu Relevan

JAKARTA – Hari ini, tepat pada 6 Juni menjadi hari lahir dari Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno. Meski telah tiada, namun PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan ide ataupun gagasan dari perjuangan Bung Karno.

“PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan ide, gagasan, cita-cita dan perjuangan Bung Karno dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandas Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam siaran pers kepada media, Kamis (6/6/2019).

Meski tokoh penting bagi kemerdekaan Indonesia itu telah tiada, namun tidak dengan cita-cita dan gagasannya.

Menurut Hasto, cita-cita Bung Karno selalu relevan karena berangkat dari kesadaran yang paling dalam untuk menjadikan politik sebagai alat pembebas bagi umat manusia agar merdeka dari berbagai belenggu penjajahan.

“Dengan demikian intisari dari keseluruhan pemikiran Bung Karno adalah pada perjuangan kemanusiaan itu sendiri,” jelas Hasto.

Kesadaran Bung Karno untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa pelopor guna memerjuangkan suatu tatanan dunia baru berdasarkan pada Pancasila dengan intisari nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pada ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, musyawarah, dan keadilan sosial, disertai upaya kongkret memelopori Konferensi Asia Afrika yang melahirkan Gerakan Non Blok, menjadi bukti bahwa gagasan Bung Karno tersebut diterima luas dan menginspirasi banyak bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk merdeka.

Bung Karno, lanjut Hasto, dengan seluruh gagasan besar bagi cita-cita kemanusiaan seluruh warga bangsa, kini telah menjadi milik seluruh rakyat Indonesia, dan dunia.

Hal itu bisa dilihat ketika Kapitalisme terbukti menciptakan krisis. Hasto menegaskan, antitesa dari kapitalisme adalah sosialisme ala Indonesia, yakni Pancasila  yang dibumikan dengan jalan Trisakti.

“Apa yang disampaikan Bung Karno bahwa membumikan Pancasila hanya bisa dilakukan melalui rasa cinta tanah air yang berkobar-kobar, dijalankan untuk mewujudkan Trisakti agar Indonesia benar-benar berdaulat, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Dan Trisakti terbukti menjadi credo dari begitu banyak keberhasilan bangsa-bangsa besar di dunia,” paparnya. (goek)